Gubernur Anies Ungkap Indikator Utama Penanganan Banjir: Nomor 1 Semua Warga Selamat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap indikator utama keberhasilan penanganan banjir yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Saya minta kepada semuanya review atas peristiwa yang terjadi di masa lalu. Siapkan itu sekarang, fase siaga itu fase mengidentifikasi semua langkah yang harus dilakukan," kata Anies.
Anies Ingatkan 3 Penyebab Banjir yang Harus Diantisipasi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, ada tiga penyebab banjir yang harus diantisipasi Pemprov DKI.
Pertama, ancaman banjir rob akibat naiknya tinggi muka laut di daerah pesisir utama ibu kota.
"Front pertama adalah pesisir pantai, ketika permukaan air laut meningkat maka ada kawasan di Jakarta yang berpotensi mengalami rob. Ini front pertama yang harus diantisipasi," ucapnya, Minggu (14/11/2021).
Kemudian, hujan ekstrem yang terjadi di dalam kota. Sebab, kemampuan drainase hanya bisa menampung 100 mm air hujan per hari.
Sedangkan, untuk kawasan pemukiman warga daya tampung hujannya hanya ada di angka 50 mm.
"Artinya bila dalam satu hari hujan terjadi di atas 100 mm, maka akan terjadi genangan karena kapasitas daya tampungnya satu hari 100 mm per hari," ujarnya di kawasan Pluit, Jakarta Utara.
Konduksi ini pernah terjadi di awal tahun 2020 dan 2021 lalu. Saat itu curah hujan mencapai 270 mm hingga 377 mm per hari.
"Karena itu pasti akan terjadi genangan. Ini front kedua yang harus dihadapi. Di dalam kota ketika hujan lokal intensif," tuturnya.
Terakhir ialah banjir kiriman dari wilayah hulu akibat hujan deras yang melanda kawasan pegunungan di selatan Jakarta.
Kemudian, air dari wilayah hulu itu akan mengalir ke wilayah hilir melalui 13 sungai yang alirannya melewati wilayah Jakarta.
"Jakarta itu satu-satunya kota di Pulau Jawa yang dilewati 13 sungai dari pegunungan," kata Anies.
Adapun kapasitas debit air yang bisa ditampung 13 sungai itu hanya berkisar di angka 2.300 meter kubik per detik.
Bila debit air melebihi angka tersebut, wilayah yang berada di bantaran kali akan terendam banjir.