Persilakan Pasien Bayar Seikhlasnya, Dokter Rinal Tegaskan Tak Bedakan Pelayanan: Ingin Cari Berkah

Meski mempersilakan pasiennya untuk membayar seikhlasnya, dokter Rinal Dhuhri (32) memastikan tak pernah membedakan pelayanannya.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
tribunnews.com
Ilustrasi dokter. Meski mempersilakan pasiennya untuk membayar seikhlasnya, dokter Rinal Dhuhri (32) memastikan tak pernah membedakan pelayanannya. 

Sejumlah daerah di Kota Depok dan Bogor pun telah ia sambangi, sudah tak terhitung berapa pasien yang ia tangani dari sistem home visit ini.

“Saya melakukan home visit atau panggil ke rumah untuk pengobatan, biasanya itu paling banyak lansia.

Karena kebanyakan pasien yang meminta saya datang ke rumah adalah lansia, karena mereka tidak mampu berjalan, atau mungkin tidak punya kendaraan, sehingga saya datang ke rumah beliau,” tutur Dokter Rinal.

Baca juga: Unik, Pasutri Ikuti Pilkades, Suasana Pencoblosan Dibuat Layaknya Pelaminan: Tak Ada Calon Lain

Ada cerita menarik dari pengalaman Dokter Rinal saat melakukan home visit, ketika keluarga pasien yang diobatinya hanya mampu membayar dengan sayur mayur hingga buah-buahan.

“Jadi dari awal saya buka praktek di rumah dan disini, itu saya tidak pernah mengambil jasa (tarif).

Jadi dari awal memang seikhlasnya.
Mereka kasih alhamdulillah, gak kasih juga gak masalah. Soalnya saya tidak pernah mematok jasa saya,” imbuhnya.

“Nah dari pengalaman itu kadang mereka ada yang memberikan sayuran, terus buah-buahan kaya pisang setandan gitu. Itulah rezeki menurut saya,” timpalnya lagi.

Dokter Rinal selalu memegang teguh keyakinannya bahwa rezeki bukanlah materi (uang) semata.

“Karena rezeki menurut saya tidak hanya materi (uang), nah itu saya makan alhamdulillah sangat berharga bagi tubuh saya. Mudah-mudahan saya sehat terus dengan makanan yang mereka kasih dan doa dari mereka,” ungkapnya.

Latar Belakang Berobat Bayar Seikhlasnya

Dokter Rinal yang merupakan angkatan 2007 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, mengatakan, sedari awal dirinya menjadi dokter untuk berkorban bagi masyarakat.

“Sebetulnya saya dari awal menjadi dokter itu, memang saya mau jadi orang yang bukan dibayar. Kalau bisa saya berkorban untuk mereka. Dengan apa yang ada, yang saya terima, rezeki dari Allah, saya pergunakan untuk membantu mereka diluar sana yang kurang mampu untuk pengobatan,” ucapnya.

Soal latar belakang berobat bayar seikhlasnya, Dokter Rinal berujar bahwa dirinya bukanlah orang pertama yang melakukan hal tersebut.

“Kalau untuk pengobatan bayar seikhlasnya ini banyak senior-senior saya di luar sana yang sudah banyak melakukan itu, mungkin saya termotivasi juga dari mereka mereka itu,” bebernya.

“Saya melihat bagaimana mereka bahagia, keikhlasan mereka, bukan hanya materi yang dilihat. Tapi kebahagiaan dari pasien itu sendiri ketika datang dia senyum dan pulang bahagia dengan berobat seikhlasnya, alhamdulillah sangat bahagia menurut saya,” sambungnya lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved