Anggaran Server Rp39 Miliar Dikritik, Wagub Ariza Beri Penjelasan: Sekarang Era Digital

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal alokasi anggaran pembelian server Rp39 miliar yang kini tengah menjadi sorotan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal alokasi anggaran pembelian server Rp39 miliar yang kini tengah menjadi sorotan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal alokasi anggaran pembelian server Rp39 miliar yang kini tengah menjadi sorotan.

Ariza bilang, anggaran sebesar itu bakal digunakan untuk program digitalisasi Pemprov DKI.

"Sekarang ini eranya era digital. Tentu banyak anggaran yang dibutuhkan terkait dengan program-program digitalisasi, baik itu aplikasi, software, server, hardware," ucap Ariza, Rabu (17/11/2021) malam.

Politisi Gerindra ini menyebut, seluruh alokasi anggaran yang diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2022 sudah melalui dipertimbangkan oleh dinas terkait.

"Nanti dinas akan menjelaskan apa saja programnya, peruntukannya, apa, kenapa, untuk apa kebutuhannya, seberapa jauh urgensi dari pekerjaannya," ujarnya di Balai Kota.

Baca juga: Kenaikan UMP DKI 2022, Wagub Ariza Minta Buruh dan Pengusaha Terima: Tidak Mudah Diputuskan

"Semua tujuannya baik dan punya dasar," sambungnya menjelaskan.

Ariza mengakui, kecurigaan memang kerap muncul saat pembahasan anggaran seperti saat ini.

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat diwawancarai awak media di Gedung DPRD DKI, Kamis (14/10/2021)
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat diwawancarai awak media di Gedung DPRD DKI, Kamis (14/10/2021) (Nur Indah Farrah Audina / Tribun Jakarta)

Terlebih, proyek-proyek IT disebut Ariza cukup abstrak dan tidak bisa langsung terlihat wujudnya.

"Yang penting tidak boleh ada mark up. Teman-teman DPRD juga punya tugas dan tanggung jawab untuk mengecek, memastikan, mendiskusikan, dan membahasnya," tuturnya.

Sebagai informasi, anggaran server ini disorot oleh Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta.

Baca juga: Pemberian Dana Hibah untuk Yayasan Orang Dekat Anies, Wagub DKI: Harus Dipertanggungjawabkan

Pasalnya, penambahan server dengan nilai fantastis bukan kali ini saja dilakukan Pemprov DKI.

Hampir setiap tahun Pemprov DKI mengalokasikan anggaran puluhan miliar untuk membeli server baru.

Untuk tahun ini, Pemprov DKI berencana membeli satu server PrimeQuest beserta perangkatnya senilai Rp23 miliar.

Serta satu server Oracle Exadata lengkap dengan perangkat lunaknya sebesar Rp16 miliar.

Baca juga: Pemprov DKI Gelontorkan Dana Hibah Rp900 Juta untuk Lembaga Asuhan Zita Anjani, Anak Ketum PAN

Kedua server ini diketahui bakal digunakan untuk sistem penghubung layanan pemerintah.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved