Breaking News:

Hasil Analisis Uji Klinis Sebut Vaksin CoronaVac Aman Untuk Anak-Anak dan Remaja

Sinovac Biotech Ltd. mengumumkan bahwa vaksin CoronaVac aman untuk anak-anak dan juga remaja usia tiga hingga 17 tahun.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Shutterstock by M-Foto
Ilustrasi vaksin Covid-19 - EUA Disetujui BPOM, Rusia Gandeng Fahrenheit Bangun Pabrik Sputnik V di Indonesia. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sinovac Biotech Ltd. mengumumkan bahwa vaksin CoronaVac aman untuk anak-anak dan juga remaja usia tiga hingga 17 tahun.

Hal ini berdasarkan hasil dari analisis blind data dari uji klinis Fase III berbasis multicenter, kasus, acak, double-blind, dan juga placebo terkontrol yang dilakukan di Chili, Malaysia, Filipina, dan Afrika Selatan.

Dalam siaran pers yang diterima TribunJakarta, disebutkan bahwa penelitian ini melibatkan 2.140 partisipan berusia enam bulan hingga 17 tahun, termasuk 684 peserta dari sub kelompok uji klinis tingkat keamanan.

Berdasarkan data dari sub kelompok uji klinis tingkat keamanan CoronaVac tersebut, kejadian efek samping atau KIPI setelah dosis kedua tercatat jauh lebih rendah dibandingkan setelah dosis pertama. 

Efek samping yang umum dirasakan, disebutkan seperti rasa nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, dan juga demam. Sebagian besar efek samping tersebut dialami ringan atau sedang, tanpa reaksi yang parah.

"CoronaVac telah terbukti aman untuk anak-anak dan remaja berusia 3 hingga 17 tahun. Berdasarkan hasil utama uji klinis Fase III multicenter secara global, dampak efek samping merugikan ditemukan serupa dengan uji klinis Fase I/II yang dilakukan pada remaja dan anak-anak di Tiongkok," tulis Sinovac dalam keterangan resminya, Kamis (18/11/2021).

Diketahui, ada beberapa negara yang telah menggunakan vaksin CoronaVac untuk anak-anak, sejak September 2021 lalu.

Baca juga: Siswa SMP Dipukul Guru Pakai Gagang Sapu, Polisi Hingga Kadis Pendidikan Turun Tangan

Negara-negara tersebut, diantaranya adalah Chili, Ekuador, El Salvador, Kolombia, Kamboja, dan juga Indonesia.

Hasil uji klinis Fase I/II yang menilai keamanan CoronaVac pada anak-anak dan remaja antara usia 3 hingga 17 tahun, telah diterbitkan dalam jurnal medis internasional The Lancet-Infectious Diseases pada 28 Juni.

Hasilnya, menunjukkan bahwa CoronaVac dapat ditoleransi dengan baik dan aman untuk digunakan pada anak-anak dan remaja usia 3 hingga 17 tahun, serta vaksin yang tidak aktif itu juga dapat menginduksi respon imun yang lebih kuat.

Sebagai bagian dari percobaan yang sama, studi Fase II tentang ketahanan kekebalan juga dilakukan pada 180 partisipan berusia 3 hingga 17 tahun.

Disebutkan, bahwa hasilnya juga menunjukkan tiga bulan setelah dua dosis vaksin, tingkat serokonversi mencapai 100%.

Titer rata-rata geometrik (GMT) antibodi penetral mendekati tingkat yang tercatat pada 28 hari setelah vaksinasi dan tetap secara signifikan lebih tinggi daripada tingkat yang tercatat pada orang dewasa dan orang tua pada 28 hari setelah vaksinasi.

Hal ini menunjukkan bahwa CoronaVac memiliki imunogenisitas yang stabil dan baik bagi populasi anak-anak dan remaja, terbukti catatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved