Ibu Kandung yang Digugat Anak Berstatus PNS Akhirnya Bersuara: Dia Mau Kuasai Harta Warisan
Seorang ibu kandung yang digugat oleh anaknya sendiri yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) kini angkat bicara.
TRIBUNJAKARTA.COM, ACEH - Seorang ibu kandung yang digugat oleh anaknya sendiri yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) angkat bicara.
Dia menyebut AH, oknum PNS yang merupakan anak sulungnya itu hendak menguasai harta warisan peninggalan mendiang sang ayah.
AH adalah seorang PNS di Aceh Tengah yang bekerja di Setdakab Aceh Tengah.
Kabar adanya anak yang menggugat ibu kandungnya ini beredar di media sosial dan video sosok sang pejabat juga terekam.
Dikutip dari Serambinews.com, sang ibu kandung dari AH, yakni Alkausar (72) menjelaskan kasus tersebut.
Baca juga: Ngaku Spontan Habisi Ibu Kandung di Kamar Dinihari, Buruh Tani di Solok Ngadu ke Adik Pagi-paginya
“Jadi setelah bapaknya meninggal, tahu-tahu dia (AH-red) mengatakan kalau rumah ini, untuk dia,” cerita Alkausar Rabu (17/11/2021).
Kausar sendiri tak tahu jika rumah yang dihuninya telah dibuat surat kepemilikan atas nama AH.
Kausar menuturkan bahwa AH memang pernah meminta sertifikat dan mengaku hendak disimpan agar tak hilang.

“Memang dulu, pernah dia minta sertifikat rumah ini, dengan alasan agar tidak hilang. Karena dia anak yang paling besar, saya percaya dan menyerahkan sertifikat itu, untuk disimpan,” terang Alkausar.
Menurut Alkausar, gugatan yang dilayangkan anak sulungnya itu ke pengadilan karena mengklaim bahwa rumah warisan tersebut, merupakan milik AH.
Kausar menuturkan bahwa anaknya berjumlah 11 orang.
Keluarganya pun tak terima atas klaim hak milik yang dibuat AH.
“Anaku ada 11 orang. Masa rumah ini, mau untuk dia. Sedangkan pesan almalhum suami saya, rumah ini jangan dijual."
Baca juga: Bukan Karena Konflik, Ini Alasan Ayah Vanessa Angel dan Bibi Sama-sama Ajukan Hak Perwalian Gala Sky
"Bahkan ini, menjadi rumah kalian bersama-sama. Tapi tahu-tahu sudah disuratkannya,” ungkap Alkausar.
Berkaitan dengan adanya gugatan itu, Alkausar mengaku merasa sedih karena saat usianya telah memasuki masa senja, justru digugat oleh anak kandungnya sendiri.