Dugaan Farid Okbah Terlibat Jaringan Teroris, Respon MUI Kota Bekasi: Urusan Pribadi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menegaskan dugaan keterlibatan Ustaz Farid Okbah dengan jaringan teroris merupakan urusan pribadi.

Tayang:
Surya/Fatkul Alamy
Ilustrasi Densus 88. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menegaskan dugaan keterlibatan Ustaz Farid Okbah dengan jaringan teroris merupakan urusan pribadi. 

Ismar Syafruddin selaku kuasa hukum mengatakan, detik-detik penangkapan Ustaz Farid Okbah, Ustaz Ahmad Zain An-najah dan Ustaz Anung Al-Hamat dilakukan berbarengan di tempat berbeda.

"Semuanya di tangkap di Bekasi, jadi kalau ada yang bilang di Jakarta tidak benar itu," kata Ismar di Yayasan Al-Islam Bekasi.

Dia menceritakan, Ustaz Farid Okbah ditangkap di masjid tidak jauh dari lingkungan tempat tinggalnya.

Saat itu, pemimpin Partai Dakwa Rakyat Indonesia (PDRI) ini baru tiba untuk menunaikan salat, lalu sudah ada sejumlah orang anggota Densus 88 yang menunggu.

"Ustaz Farid ditangkap di masjid, begitu dia datang ke masjid itu sudah didampingi beberapa ini (Densus)," ungkapnya.

Di waktu yang hampir bersamaan, Ustaz Anung Al-Hamat ditangkap di kediamannya di Kampung Sawah, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

"Kalau Ustaz Anung tertangkapnya pas solat subuh di rumah," tuturnya.

Sementara Ustaz Ahmad Zain An-najah, ia ditangkap di waktu subuh di pondok pesantren akhwat (wanita) tidak jauh dari kediamannya di Perumahan Pondok Melati Indah, Jalan Merbabu, Kota Bekasi.

"Kalau yang paling menyakitkan lagi adalah doktor Zein, beliau itu kan dirumahnya ada pondok pesantren akhwat (wanita), ini kan tanpa konfirmasi masuk para Densus 88 ke rumah beliau," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved