Breaking News:

Pelaku UMKM Fesyen Wanita Dukung Kebijakan E-commerce Tutup Keran Produk Impor

Founder Leenbenka, Daniel Wijaya menanggapi kebijakan Shopee Indonesia menutup akses 13 kategori barang impor dari Tiongkok dan Korea Selatan.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ilustrasi UMKM. Founder Leenbenka, Daniel Wijaya menanggapi kebijakan Shopee Indonesia menutup akses 13 kategori barang impor dari Tiongkok dan Korea Selatan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Founder Leenbenka, Daniel Wijaya menanggapi kebijakan Shopee Indonesia menutup akses 13 kategori barang impor dari Tiongkok dan Korea Selatan.

Ia menilai kebijakan tersebut adalah langkah yang tepat untuk membangkitkan potensi ekonomi produk buatan Indonesia.

"Saya rasa kebijakan yang diambil pemerintah dan e-commerce Shopee sudah tepat untuk keberlangsungan ekonomi pelaku UMKM," ujar Daniel dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2021).

Tekstil adalah produk yang banyak diproduksi dan dijual oleh pelaku UMKM di Indonesia.

Terintegrasinya industri tekstil dari hulu ke hilir mampu menciptakan sumber daya yang lengkap dalam produksi.

Tingkat kreativitas dan inovasi pada industri ini juga semakin meningkat.

Baca juga: Embracing Jakarta Muslim Fashion Week, Ajang Perkenalkan Indonesia Sebagai Pusat Fesyen Muslim Dunia

Terlebih pada generasi milenial Indonesia, yang sering mengamati tren fashion dunia.

"Kita sebagai UMKM ingin memberikan kualitas terbaik kepada konsumen dengan harga terjangkau," ujar pria berusia 28 tahun tersebut.

Mempertahankan bisnis saat pandemi Covid-19, lanjut Daniel, lebih sulit daripada membangunnya.

Untuk meningkatkan daya saing, Leenbenka yang fokus pada penjualan produk fesyen wanita ini bisa bertahan dengan modal kreatifitas dan inovasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved