Breaking News:

Revitalisasi Trotoar Margonda Akhirnya Dimulai, Segmen I Berlangsung Hingga 27 Desember 2021

Pemerintah Kota Depok melalui DPUPR Kota Depok akhirnya memulai proses revitalisasi trotoar di Jalan Raya Margonda.

Pemerintah Kota Depok
Revitalisasi trotoar di Jalan Raya Margonda. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok akhirnya memulai proses revitalisasi trotoar di Jalan Raya Margonda.

“Ya benar, kami tengah melakukan penataan trotoar dan inlet saluran di Jalan Margonda Raya. Saat ini, kami kerjakan segmen I,” jelas PLT Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianty, dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota Depok, Jumat (19/11/2021).

Citra mengatakan, pengerjaan revitalisasi segmen I ini dimulai dari perbatasan Jalan Raya Margonda dan Siliwangi (Tugu Jam), hingga ke Jalan Dahlia.

Sementara di sisi barat, pengerjaan revitalisasi dimulai dari Gang Masuk Café Poelang Kampung sampai dengan Gerbang Utama Balai Kota Depok.

“Pekerjaan berlangsung sejak 9 November sampai dengan 27 Desember 2021. Adapun, penataan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok dengan nilai Rp 2,5 miliar,” ungkapnya.

Baca juga: Sumur Resapan di Atas Trotoar Lebih Tinggi dari Jalan, Wagub DKI: Tidak Masalah, Cukup Efektif

Lanjut Citra, pekerjaan revitalisasi seluruhnya akan dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang (segmen II dan II).

“Insya Allah tahun depan kami rampungkan penataan di sepanjang Jalan Margonda,” ungkapnya.

Sebelumnya juga diberitakan, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, menyebut, desain trotoar Jalan Raya Margonda ini akan ‘keren’.

“Desainnya pokoknya keren,"”katanya singkat usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, pada medio 2021.

Baca juga: Ketiduran Bareng Istri di Trotoar, Jalan Panjang Hidup Pemulung Berubah Saat Dibangunkan Sosok Ini

Sedikit bocoran, Imam mengatakan trotoar ini nantinya akan memiliki lebar tiga meter, dengan jalur sepeda di atasnya.

“Trotoar lebarnya tiga meter. Kemudian selama ini jalur sepeda dipakai untuk parkir motor,” katanya.

“Banyak motor parkir di jalur sepeda sehingga mereka mengeluh kepada kita, sehingga jalur sepeda nanti dinaikkan ke trotoar, ke atas, pungkasnya.

"Kan selama ini juga disitu dipakai pengguna motor. Daripada di situ dipakai pengguna motor parkir lebih baik kita naikin ke atas supaya yang ingin naik sepeda lebih aman jalurnya," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved