Bentrok Antar Ormas di Kembangan Resahkan Warga, Ini Cara Polisi Agar Kejadian Tak Berulang
Bentrokan antar ormas belakangan ini meresahkan warga antara lain terjadi di Kembangan Jakbar. Begini cara polisi cegah peristiwa itu terulang.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Bentrokan antar kelompok organisasi masyarakat (ormas) belakangan ini meresahkan warga.
Selain terjadi di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, bentrokan juga terjadi di wilayah perbatasan tepatnya di wilayah, Ciledug, Tangerang Kota.
Kapolsek Metro Kembangan, Kompol Khoiri mengatakan pihaknya akan melakukan tindakan preventif agar bentrokan serupa tidak terjadi.
"Ada pertemuan-pertemuan yang lebih intens. Selama ini kan sering juga pertemuan sama pimpinannya. Saya ingatkan jangan terpancing emosi," ujar Khoiri saat dikonfirmasi pada Sabtu (20/11/2021).
Sejauh ini, pihaknya sering bertemu bersama di berbagai acara.
Baca juga: Bentrok Ormas PP & FBR Pecah, Arena Tempur Berlangsung di Ciledug hingga Malam: 3 Korban Luka Serius
"Sering banget. contohnya ke acara undangan bareng. Pertemuan makan bersama. Mungkin karena situasi Covid enggak bisa bertemu semua. Kalau normal mungkin lebih banyak," tambahnya.
Saat ini, lanjut Khoiri, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait bentrokan dua ormas yang terjadi di kawasan TPO Joglo, Jakarta Barat.
Baca juga: PP dan FBR Bentrok di Ciledug Hingga Malam Buntut Kembangan, Ada Korban Luka
Ia juga masih mencari keterangan untuk mengungkap pelaku yang menewaskan anggota ormas berinisial DA (27).
Sebelumnya, nyawa pemuda berinisial DA (27) melayang di RT 008 RW 003, Joglo Kembangan, dekat TPU Joglo, Jakarta Barat.
Khoiri membenarkan kejadian itu.
"Iya benar satu meninggal. Korban merupakan warga setempat," ujarnya saat dihubungi pada Senin (15/11/2021).
Baca juga: Bentrok 2 Ormas Pecah di Kembangan, Polisi Periksa 7 Orang Saksi: Nyawa Seorang Pemuda Tak Tetolong
Khoiri melanjutkan diduga tewasnya DA buntut dari keributan antar organisasi masyarakat sekitar pukul 23.00 WIB pada Minggu (14/11/2021).
DA tewas dibacok oleh sekitar 10 orang di lokasi.
"Si korban itu kan anggota ormas. Untuk pelakunya belum tahu dari mana," tambahnya.
Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa ini.
Ia juga masih melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi.
"Kami masih dalami itu, dugaannya seperti itu (keributan). Karena itu pelakunya lebih dari 10 orang tapi meninggal karena siapa masih dalam proses," tambahnya.
Korban, lanjut Khoiri, sudah dimakamkan di TPU Joglo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-bentrokan-ormas.jpg)