Antisipasi Virus Corona di DKI

Cerita Arjuna, Bocah 8 Tahun yang Ditinggal Ibunya Akibat Covid-19: Baru Tahu Setelah 3 Bulan

arso (50) awalnya tak menyangka istrinya meninggalkan ia dan keempat anaknya untuk selama-lamanya.

Satrio Sarwo Trengginas / Tribun Jakarta
Sosok Narso (50) bersama Arjuna (8) dan kakaknya usai mengikuti acara bersama Kapolsek di Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat pada Sabtu (20/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Narso (50) awalnya tak menyangka istrinya meninggalkan ia dan keempat anaknya untuk selama-lamanya.

Awal tahun 2021, tepatnya bulan Januari, memberikan kabar duka bagi mereka.

Pandemi Covid-19 yang menggenting, merenggut nyawa sang Ibu.

Narso bercerita saat istrinya meninggal dunia, ketiga anaknya berada di kampung halamannya, di Purbalingga, Jawa Tengah.

Kala itu, Narso membawa ketiga anaknya ke kampung lantaran tak ada yang mengurusi mereka di rumah.

Sebab, ibunya dirawat di rumah sakit akibat terkena Covid-19.

"Saya pikir, kenapa mereka saya bawa ke kampung karena di sini enggak ada yang ngurusin. Kan istri saya lagi dirawat di rumah sakit," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Sabtu (20/11/2021) silam.

Baca juga: Kebijakan PPKM Level 3 Saat Libur Nataru Demi Selamatkan Nyawa, Satgas Covid-19: Ini Harus Dijaga

Narso bersama anak kedua menjaga istrinya saat di rumah sakit.

Sebelum masuk ke rumah sakit, istrinya sempat dicek di laboratorium Bio Medika. 

"Di sana bilangnya infeksi paru. Begitu masuk rumah sakit baru dibilang Covid-19," kata pria yang sehari-hari bekerja di Pelabuhan Muara Baru itu.

Narso bercerita istrinya sempat dipindah rumah sakit sebanyak tiga kali.

Baca juga: 1,4 Juta Orang di Jakarta Utara Sudah Terima Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Namun, saat baru dirawat di Rumah Sakit Atma Jaya selama 4 hari, nyawa istrinya tak tertolong.

"Anak saya yang kedua telepon dari rumah sakit, kebetulan saya lagi di rumah kecapekan. Dia bilang ibu udah enggak ada," kenangnya.

Sang ibu kemudian dimakamkan di TPU Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

3 bulan baru siap bercerita

Masih membekas dalam ingatan Narso bagaimana ia baru siap menceritakan kepergian istrinya kepada anak bungsunya, Arjuna (8) setelah tiga bulan lamanya.

Saat ibunya meninggal dunia, Arjuna dan kedua kakaknya baru sampai di Purbalingga.

"Begitu dia (Arjuna) sampai kampung pagi hari. Ibunya meninggal dunia jam 5 sore. Anak saya tiga orang enggak melihat. Padahal mamanya nanyain Arjuna terus," ceritanya.

Narso selalu tak menjawab ketika Arjuna menanyakan sang ibu saat mereka berbincang melalui saluran telepon.

Baca juga: Akhir Kisah Kakak Beradik Bocah SD Gantian Sepatu Saat Sekolah dan Makan Mi Sepiring Berdua

"Saya enggak berani ngomong, dia (Arjuna) nanyain mama enggak pulang-pulang dari RS. Padahal ibunya sudah enggak ada," katanya.

Selama tiga bulan, aku Narso, ia tak pernah menjawab yang sebenarnya saat ditanya Arjuna terkait kondisi ibunya. Ia belum siap dan takut syok melihat reaksi anaknya itu.

Baru setelah Arjuna balik ke Jakarta, Narso mengajaknya ke makam sang ibu.

"Begitu saya bawa ke kuburannya, saya dan dia menangis," katanya.

Dibina Kapolsek Tanjung Duren

Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Rosana Albertina Labobar mengatakan akan membina sebanyak anak yatim piatu termasuk Arjuna yang kehilangan orangtuanya akibat pandemi Covid-19.

Ada sebanyak 13 anak yatim-piatu berusia 11 tahun ke bawah di wilayah Grogol Petamburan yang dibina Rosana.

Sebab, kondisi anak yatim piatu yang terdampak pandemi Covid-19 berbeda dengan anak yatim piatu di panti asuhan.

"Ini kan bukan anak yatim biasa. Kalau anak-anak di panti asuhan kan sudah ada program ya ada bantuan rutin. Kami berharap mereka ini diperhatikan oleh kepolisian dan pemerintah. Jadi mereka tidak merasa sendiri," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved