Formula E
IMI Gandeng KPK Tegaskan Formula E Harus Tetap Berjalan, Bemsoet: Ini Akan Indah
Ketua Umum IMI, Bambang Soesatyo, mempersilahkan KPK untuk mengusut bila terendus dugaan korupsi di dalam perencanaan Formula E.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) ingin menjalin kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengawasan ajang balap Formula E si Jakarta.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IMI, Ahmad Sahroni mengatakan pihaknya ingin KPK mendampingi dan mengawasi agar tidak terjadi potensi korupsi dalam penggunaan anggaran.
"Kami akan meminta audiensi dengan KPK setelah panitia Formula E terbentuk. Jadi KPK harus ikut andil dalam pelaksanaan Formula E 2022," katanya pada Rabu (24/11/2021).

Sahroni menganggap KPK harus turut andil lantaran perhelatan balap akbar ini kerap dibawa-bawa ke dalam kepentingan politik.
"Agar tidak terjadi hal yang politicking. Padahal ini acara branded. Maka kami akan meminta pendampingan," tambahnya.
Ketua Umum IMI, Bambang Soesatyo, mempersilakan KPK untuk mengusut bila terendus dugaan korupsi di dalam perencanaan Formula E.
Namun, ia menegaskan bahwa ajang balap Formula E ini harus tetap berjalan.
Baca juga: Hal Tak Terduga Terjadi Usai Anggiat Minta Maaf ke Arteria Dahlan, Ternyata Punya Penyakit Serius
"Mana kala ada yang dituduhkan, silakan hukum berjalan. Tapi karena ini event internasional, event bakal terus berjalan. Ini akan indah dan clear pada waktunya," kata Bamsoet, sapaan karibnya.
Dengan digelarnya ajang yang diinisiasi Gubernur Anies Baswedan ini, Bamsoet mengatakan, Indonesia akan makin dikenal oleh dunia.
Sebab, ajang Formula E atau Jakarta E-Prix ini bersamaan dengan digelarnya ajang Superbike dan Moto GP.
"Dan tentu saja tidak berlebihan jika kita katakan Indonesia segera setara dengan negara maju lainnya di dunia," ucapnya.
Sementara itu, satu dari lima lokasi akan dipilih untuk menjadi sirkuit Formula E yang digelar di Jakarta.
Bamsoet mengungkapkan, kelima calon lokasi itu nantinya akan diajukan kepada Presiden RI, Joko Widodo.
Baca juga: Sirkuit Formula E Bukan di Monas atau GBK, Alberto Longo: Sebelum Natal Sudah Diumumkan
"Ada PIK, Sudirman, JIS, JiExpo Kemayoran dan Ancol. Ini yang kami suggest ke Presiden," ujar Bamsoet.
Sementara itu, Co-Founder Formula E Alberto Longo akan melakukan penilaian feasibility study (FS) terkait jalur-jalur di kelima lokasi itu.
Alberto mengaku penentuan sirkuit bukan hal yang mudah.
"Belum ditentukan sirkuitnya, karena ini bukan hal yang mudah, banyak pilihan bagus. Kami akan lakukan FS di lima lokasi tadi," pungkas Alberto.