Breaking News:

Formula E

Sempat Singgung Jokowi, Bamsoet Luruskan Pernyataan Soal Sirkuit Formula E:Ini Butuh Keahlian Khusus

Bambang Soesatyo meluruskan pernyataannya yang sebelumnya menyebut penentuan sirkuit Formula E ditentukan oleh Presiden Joko Widodo.

TribunJakarta.com/ Satrio Sarwo Trengginas
Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo, saat konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (24/11/2021) - Bambang Soesatyo meluruskan pernyataannya yang sebelumnya menyebut penentuan sirkuit Formula E ditentukan oleh Presiden Joko Widodo. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAJARTA.COM, GAMBIR - Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo meluruskan pernyataannya yang sebelumnya menyebut penentuan sirkuit Formula E ditentukan oleh Presiden Joko Widodo.

Ia menyebut, penentuan lokasi balap merupakan tanggung jawab IMI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), dan Chief Championship Formula E Operations (FEO) Alberto Longo.

"IMI, Alberto dan Jakpro yang nantinya akan bertanggungjawab mengambil keputusan dalam menentukan lokasi sirkuit Jakarta E-Prix 2022," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11/2021).

Politisi Golkar yang baru saja ditunjuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi steering committee Formula E ini menyebut, saat ini ada 5 opsi lokasi sirkuit balap mobil bertenaga listrik ini.

Kelima lokasi ini pun sudah disurvei pihak Formula E, yaitu Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), JIEXPO Kemayoran, kawasan Jakarta International Stadium (JIS), dan kawasan Ancol.

Baca juga: Jokowi Ikut Terseret, Anggota Fraksi PSI Sebut Formula E Urusan Pemprov DKI: Tak Perlu Bawa Presiden

Dari kelima opsi ini, nantinya IMI, FEO, dan PT Jakpro akan menentukan lokasi yang paling memenuhi syarat.

Sebab, tidak sembarang lokasi bisa disulap menjadi sirkuit Formula E, meski balap mobil bertenaga listrik ini memang acap kali diselenggarakan di trek jalan raya yang berada di tengah kota.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, menyebut sang pelaku kekerasan terhadap Faisal Amir harus ditemukan dan dihukum secara tegas, di kantor DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2019).
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Untuk itu, pembangunannya pun tidak boleh mengganggu struktur yang sudah ada, seperti mengubah atau memindahkan bangunan yang sudah ada.

Apalagi sampai menebang pepohonan yang bisa merusak lingkungan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved