Breaking News:

Cegah Varian Omricon Masuk Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta Bangun Biosafety Lab Level 2

Fasilitas BSL-2 ini memiliki kapasitas pemeriksaan hingga 1.216 sampel per jam atau sekitar 29.184 per hari

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos aka Abdul Qodir
freepik
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pengelola Bandara Soekarno-Hatta memperkuat fasilitas testing Covid-19 dengan membangun laboratorium berstatus Biosafety Lab Level 2 (BSL-2).

Fasilitas yang menjadi bagian Airport Health Center testing Covid-19 tersebut dibangun untuk memperkuat Biosafety dan Biosecurity Management, khususnya mencegah kasus Covid-19 varian Omicron masuk ke Indonesia melalui bandara.

"Biosecurity Management dijalankan untuk melindungi publik dari bahaya Covid-19, sementara Biosafety Management untuk membuat lingkungan tetap sehat," ujar Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021).

Agus menjelaskan, BSL-2 dibangun dengan luas 158 meter persegi di Terminal 3. BSL-2 dilengkapi sejumlah ruangan seperti ruang ekstraksi dan ruang mixing dengan berbagai perlengkapan seperti BioSafety Cabinet.

Baca juga: Varian Omricon Mengancam Dunia, Warga Asal 11 Negara Ini Dilarang Masuk Indonesia

Fasilitas BSL-2 ini memiliki kapasitas pemeriksaan hingga 1.216 sampel per jam atau sekitar 29.184 per hari

Laboratorium ini mampu memberikan hasil tes PCR sekira 3 jam setelah sampel diambil di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta.

"BSL-2 ini dioperasikan oleh tenaga medis profesional antara lain bersertifikat Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM), biosafety officer, dan ahli patologi," jelasnya.

Baca juga: Rumah Sakit di Kota Tangerang Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19 Varian Omricon

Sebagai informasi, Bandara Soekarno-Hatta menerapkan ketentuan di dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 102 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno-Hatta (KKP), Darmawali Handoko mengatakan, penumpang rute internasional baik WNI dan WNA yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta harus menunjukkan kartu vaksinasi serta hasil tes PCR.

"Sampelnya diambil maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan," jelas Handoko.

Baca juga: DKI Kembali Berstatus PPKM Level 2, Wagub Ariza: Warning Agar Hati-hati Lagi

Adapun SE Menhub Nomor 102 Tahun 2021 antara lain juga mengatur penutupan sementara masuknya WNA, baik secara langsung maupun transit di negara asing, yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi dalam kurun waktu 14 hari dari negara/wilayah yang telah mengonfirmasi adanya transmisi varian Omicron.

Yakni Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong, serta negara yang secara geografis berdekatan dengan negara transmisi komunitas kasus Omicorn yaitu Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini dan Lesotho. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved