Kelakuan Warga +62 Di Erupsi Gunung Semeru: Jembatan Ambruk Justru jadi Tontonan dan Lokasi Selfie
Aksi kurang pantas dilakukan oleh para warga +62 (sebutan untuk perilaku warga di Indonesia) saat terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Jembatan Gladak Perak Piket Nol penghubung Kabupaten Lumajang-Kabupaten Malang ambruk akibat diterjang material erupsi Gunung Semeru, kemarin, Sabtu (4/12/2021).
Baca juga: Tewas Berpelukan, Korban Erupsi Gunung Semeru Ini Ogah Tinggalkan Ibunya yang Sudah Tak Kuat Jalan
Tebing yang berada dekat dengan jembatan juga longsor.
Saat peristiwa itu terjadi sejumlah pengendara motor dan mobil tancap gas menyelamatkan diri.
Namun, pasca ambruknya Jembatan Gladak Perak, sebanyak tujuh kendaraan ditemukan teronggok di pinggir jalan.
Kendaraan tersebut ditemukan tak jauh dari bibir jembatan Gladak Perak sisi utara.

"Rincian kendaraan kami belum mengetahui pasti. Yang jelas terdiri dari motor dan mobil," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Joko Sambang, Minggu (5/12).
Joko menyebut, hingga kini pihaknya masih mencari informasi siapa pemilik tujuh kendaraan tersebut.
Selain itu, dia juga belum bisa memastikan kondisi pemilik kendaraan, apakah berlari menyelamatkan diri hingga berhasil dievakuasi ke pengungsian atau turut menjadi korban erupsi Gunung Semeru.
"Sampai saat ini belum terdata pemilik tujuh kendaraan itu. Semoga selamat dan berada di pengungsian," ungkapnya.
Sementara, dikhawatirkan pula ada pengendara mobil dan motor melintas ketika Jembatan Gladak Perak ambruk.
Sebab, kemungkinan, lalu lalang warga cukup padat melintasi jembatan itu untuk menyelamatkan diri dengan kendaraan.
"Belum diketahui pasti apakah ada kendaraan yang melintas saat jembatan ambruk. Kami akan meninjau lokasi pagi ini," kata dia.
Baca juga: UPDATE Korban Erupsi Gunung Semeru, BNPB: 13 Orang Meninggal, Puluhan Luka Bakar
Ada Warga Hilang
Jembatan Piket Nol di Lumajang putus imbas Gunung Semeru meletus.
Jembatan tersebut terputus saat abu vulkanik dari Puncak Jonggring Saloko menerjang kawasan lereng Gunung Semeru.