Warga Jalan Lodan Raya Berjibaku Kuras Air Pasca-Diterjang Rob

HIngga Minggu siang, air laut bercampur air got masih menggenangan rumah warga akibat air pasang laut yang datang dari kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Acos Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Warga di Jalan Lodan Dalam, RT 02 RW 08 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (5/12/2021), melakukan pengurasan pasca-banjir rob. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN – Warga di Jalan Lodan Dalam, RT 02 RW 08 Kelurahan Ancol berjibaku menguras air yang masuk menggenangi rumah mereka pada Minggu (5/12/2021) usai wilayah mereka diterjang rob kemarin.

HIngga Minggu siang, air laut bercampur air got masih menggenangan rumah warga akibat air pasang laut yang datang dari kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Faisal (50), warga Jalan Lodan Dalam, siang ini tampak menguras air dari dalam rumahnya menggunakan ember seadanya.

Ketinggian air di dalam rumah Faisal pada siang ini masih sekitar 20 sentimeter. Alhasil, Faisal dan sang istri terus berupaya mengeluarkan air laut bercampur air got yang telah menggenangi rumahnya sejak Jumat pagi.

“Lagi beresin rumah. Terdampak rob kemarin, air laut. Air masuk ke rumah dari hari Jumat, cuman kan nggak setinggi kemarin,” kata Faisal saat ditemui TribunJakarta.com, Minggu siang.

Baca juga: Diterjang Rob, Isi Rumah Warga Pademangan Terbalik

Seiring membersihkan serta menguras air dari dalam rumahnya, Faisal juga memisahkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

Selain kulkas dan lemari, pakaian juga sudah diselamatkan dari terjangan banjir rob yang sudah terjadi dalam kurun waktu tiga hari terakhir.

“Semua barang terdampak. Tiga kali TV saya habis kerendem,” sambung Faisal menyebutkan barang-barang yang tak bisa diselamatkan.

Baca juga: Teluknaga dan Dadap Tergenang Banjir Rob Setinggi 40 CM, 3 Ribu Kepala Keluarga Terdampak

Selama banjir rob menerjang tiga hari belakangan, Faisal mengungkapkan terjangan Sabtu kemarin merupakan yang terparah.

Bahkan, sang istri harus mengungsi ke rumah tetangga yang masih aman dari jangkauan air rob.

Faisal menambahkan, banjir rob memang fenomena rutin yang menerjang rumahnya.

Sejak menempati rumah kontrakan di Jalan Lodan Dalam mulai 2015 silam, Faisal mengatakan tahun ini termasuk cukup parah setelah tahun 2020 lalu pun fenomena alam serupa ia rasakan.

Baca juga: UPDATE Korban Erupsi Gunung Semeru, BNPB: 13 Orang Meninggal, Puluhan Luka Bakar

Baca juga: Tewas Berpelukan, Korban Erupsi Gunung Semeru Ini Ogah Tinggalkan Ibunya yang Sudah Tak Kuat Jalan

Meski begitu, Faisal enggan berpindah tempat tinggal karena tak punya uang lebih untuk mencari kediaman yang lebih layak.

“Ya mau bagaimana lagi, menetap saja lah di sini. Mau pindah juga belum ada biaya kan,” tandas Faisal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved