Pelaku UMKM ini Sulap Limbah Biji Durian Menjadi Brownies Lezat

Di tangan Sulastri yang merupakan binaan dari Indonesia Power (IP), biji durian bisa menjadi tepung dan aneka pangan.

Istimewa.
Produk olahan biji durian yang dijadikan tepung. 

TRIBUN JAKARTA.COM - Durian menjadi salah satu buah yang sangat digemari masyarakat. Namun kulit dan bijinya yang tidak ikut dikonsumsi hanya menjadi limbah.

Namun bagaiman jika limbah durian itu diolah menjadi bahan bermanfaat dan bernilai jual.

Hal itulah yang dilakukan Ketua kelompok UMKM Karya Bunda Mandiri Semarang PGU, Sulastri Perengsari.

Ia berhasil menyulap limbah durian menjadi bahan pangan.

Berawal persoalan limbah durian yang dihasilkan dari Kampoeng Wisata Alam Malon yang menawarkan pilihan wisata membatik dan makan buah durian di kebun.

Efek aktivitas menghasilkan biji durian sekitar 100-150 kg per bulan di luar musim panen.

Jika di musim panen, bijinya mencapai 100-750 kilogram per bulan.

"75 persen biji durian itu tidak dijual dan hanya dibuang begitu saja yang mengotori lingkungan Gunung Pati, Semarang," kata Sulastri dalam keterangan resminya.

Baca juga: Hindari Cedera dan Infeksi pada Tangan, Memakai Sarung Tangan yang Tepat Jadi Pilihan

Di tangan Sulastri yang merupakan binaan dari Indonesia Power (IP), biji durian bisa menjadi tepung dan aneka pangan.

Hal itu merupakan aksi nyata kepedulian lingkungan dan kepekaan sosial sekaligus meningkatkan ekonomi.

Untuk biji yang diolah menjadi tepung, dalam satu tahun menghasilkan 60 sampai 150 kilogram.

"Tepung-tepung itu diolah oleh UMKM Karya Bunda Mandiri menjadi brownies ponge atau biji durian, criping, emping, ballen pisang, wingko, dan kue tanduk," katanya.

Ketua kelompok UMKM Karya Bunda Mandiri Semarang PGU Sulastri Perengsari.
Ketua kelompok UMKM Karya Bunda Mandiri Semarang PGU Sulastri Perengsari. (Istimewa.)

Baca juga: Persija Gilas PSM Tapi Palang Pintu Asing Macan Kemayoran Ini Simpan Kekecewaan, Ada Apa?

Program keberlanjutan itu pun memberikan manfaat yang cukup besar untuk lingkungan dan masyarakat setempat.

Oleh dikarenakan, pengurangan sampah cukup signifikan di lingkungan. Selain itu, pengentasan kemiskinan meningkat 1,47 persen dan peningkatan pendapatan warga di sana mencapai 39,15 persen.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved