Breaking News:

Disebut Rapat Sambil Nonton Tari Perut, Pegawai Tranjakarta Ungkap Fakta Sebenarnya:Tiba-tiba Muncul

Serikat Pekerja PT Transjakarta angkat bicara terkait video direksi melakukan pertemuan dengan operator sambil menonton belly dance atau tali perut.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kuasa hukum dari SPDT FSPMI dan SPTI PT Transjakarta, Ade Darajat Martadikusuma (tengah) saat memberi keterangan di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/12/2021) - Serikat Pekerja PT Transjakarta angkat bicara terkait video direksi melakukan pertemuan dengan operator sambil menonton belly dance atau tali perut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Dua dari empat Serikat Pekerja PT Transjakarta angkat bicara terkait video direksi melakukan pertemuan dengan operator bus sambil menonton belly dance atau tali perut.

Yakni Serikat Pekerja Dirgantara dan Transportasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPDT FSPMI) dan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Pimpinan Unit Kerja PT Transjakarta.

Kuasa hukum dari SPDT FSPMI dan SPTI PT Transjakarta, Ade Darajat Martadikusuma mengatakan kejadian sebagaimana dalam video bukan pertemuan direksi dengan operator bus.

"Melainkan diskusi antara direksi dengan pengurus empat serikat pekerja Transjakarta yang membahas terkait permasalahan yang berkembang pada saat itu," kata Ade di Jakarta Timur, Jumat (10/12/2021).

Menurutnya, pertemuan dalam video terjadi sekitar bulan Juli 2020 di satu kafe kawasan Kemang, Jakarta Selatan atau sebelum M. Yana Aditya menjabat sebagai Dirut PT Transjakarta.

Baca juga: Transjakarta Harusnya Tidak Ikut Jadi Operator, Pengamat: Anggaran Semakin Besar

Kala itu direksi dan empat serikat pekerja PT Transjakarta tidak mengetahui bahwa kafe tempat mereka menggelar pertemuan menyediakan hiburan pertunjukan berupa tali perut bagi pengunjung.

"Penari tersebut muncul secara tiba-tiba untuk menghibur seluruh pengunjung restoran, bukan dikhususkan untuk Direksi dan pegawai Transjakarta," ujarnya

Kuasa hukum dari SPDT FSPMI dan SPTI PT Transjakarta, Ade Darajat Martadikusuma (tengah) saat memberi keterangan di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/12/2021).
Kuasa hukum dari SPDT FSPMI dan SPTI PT Transjakarta, Ade Darajat Martadikusuma (tengah) saat memberi keterangan di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/12/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Ade menuturkan pihaknya menyesalkan kejadian didokumentasikan lalu diviralkan dengan narasi yang tidak sesuai dengan kejadian, menurut mereka tindakan itu melanggar hukum.

Serta tidak elok karena Dirut PT Transjakarta saat itu, Sardjono Jhony Tjitrokusumo sudah meninggal pada Minggu (3/10/2021) lalu sehingga mengusik keluarga almarhum.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved