Libur Nataru Tanpa PKKM Level 3, Pemkot Bekasi Buat Skema Pengetatan Buat Warga Keluar Daerah

Pemerintah pusat memastikan batal menerapkan PPKM Level 3 saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Yusuf Bachtiar/ Tribun Jakarta
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (25/10/2021). Pemerintah pusat memastikan batal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah pusat memastikan batal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Meski begitu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan bakal tetap melakukan skema pengetatan terhadap aktivitas pergerakan warga yang hendak keluar daerah.

"Iya nanti kita minta Dinkes (Dinas Kesehatan), kita minta kepada Dishub (Dishub), yang penting tercatat saja bahwa dia pernah keluar kemana, supaya gampang ngelacaknya," kata Rahmat di Stadion Patriot, Jumat (10/12/2021).

Dia menambahkan, bentuk kebijakan yang dikeluarkan sejuah ini belum dipastikan apakah serupa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) atau istilah lain untuk mencatat mobilitas warga.

"Ya nanti itu izin tadi bentuknya seperti apa, mau SIKM, mau apa, yang penting tercatat lah minimal," jelas dia.

Skema pengetatan aktivitas mobilitas warga keluar daerah ini berkaca pada momen libur panjang sebelumnya Nataru 2021.

Baca juga: Anies Terlanjur Teken Keputusan PPKM Level 3 saat Nataru, Wagub Ariza: Kami Belajar dari Pengalaman

Saat itu, terjadi gelombang kedua penularan Covid-19 akibat kemunculan klaster keluar termasuk mereka yang baru pulang dari berpergian luar daerah.

"Kan kita pernah akhir tahun kemarin, ternyata klaster dari Jawa timur, ada yang dari Sulawesi, masuknya hari klaster keluarga, jadi agak naik sedikit," jelas dia.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Selasa (7/12/2021).
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Selasa (7/12/2021). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Tujuan pendataan warga yang hendak melakukan perjalanan keluar daerah lanjut dia, agar pihaknya dapat langsung melakukan tracking ketika terjadi kasus.

"Kalau sudah ketahuan dia datang kesini, kita PCR terus positif kan kita isolasi, di sini masih banyak kosong, RS masih kosong, kalau mau," jelasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perjalanan keluar daerah saat momen libur nataru tahun ini.

"Minimal kita bisa mengikat dan menghimbau, tadi prokesnya tetap terpenuhi kalaupun ada yang mendadak (melakukan perjalanan luar daerah) kemana dia izinnya dan harus bagaimana," tegasnya.

Adapun Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sendiri telah menerbitkan surat edaran (SE) tentang Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), hal ini bertujuan untuk pencegahan penularan Covid-19.

Baca juga: Anies Terlanjur Teken Aturan PPKM Level 3 Libur Nataru, Wagub: Nanti Disesuaikan Lagi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved