Bicara Aceh dari Jakarta, Anies Cerita Sosok Sultan Alaiddin Muhammad Daud Syah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bagikan kisah perjuangan Sultan Aceh kala resmikan pemugaran komplek makam Sultan Alaiddin Muhammad Daud Syah.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Adapun secara simbolis ditandai dengan penandatanganan prasasti kompleks makam sultan Aceh yang wafat pada 6 Februari 1939 silam.
"Karena itu Jakarta ingin menyampaikan rasa hormat, dengan memberikan pemugaran atas makam yang selama ini tidak banyak dikenal, sebagai makam seorang tokoh amat penting dalam perjalanan melawan penjajahan. Pemugaran ini menjadi pengingat kita bersama bahwa di Jakarta berkumpul begitu banyak pejuang, dan kita harus selalu menghormati, dan menghargai perjuangan mereka," jelasnya.
Sebagai informasi, area makam Sultan Aceh pada TPU Utan kayu terdiri dari dua area makam, yakni:
1. Area makam 1 dengan luas 16 m2 terdiri dari 4 makam:
a. Sultan Alaiddin Muhammad Daud Syah Johan Berdaulat Zillullah filalam bin Tuanku Cut Zainal Abidin,
b. Tengku Putih binti Tuanku Zainal Abidin,
c. Tuanku Mahmud bin Tuanku Abdul Madjid,
d. Teuku Chiek Ali Basyah.
2. Area makam 2 dengan luas 6 m2, terdiri dari 3 makam:
a. Tuan Putri Gambar Gading binti Tuanku Pangeran Abdoel Madjid Atjeh,
b. Tuanku Pangeran Hoesin Atjeh bin Tuanku Pangeran Abbas,
c. Habib Ahmad bin Hoesin Alaydroes Atjeh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/gubernur-dki-jakarta-anies-baswedan-di-tpu-utan-kayu.jpg)