Breaking News:

Penumpang Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Terlantar, Mau Karantina Calo Tawarkan Harga Rp19 Juta

Sebuah video beredar di media sosial yang menunjukan para penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang terlantar.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
Istimewa
Tangkapan gambar rekaman video yang menunjukan penumpang terlantar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sebuah video beredar di media sosial yang menunjukan para penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang terlantar.

Informasi yang beredar, mereka terlantar saat menunggu antrean mengikuti karantina kesehatan.

Dari video yang berdurasi sekira dua menit tersebut, terlihat jelas banyak penumpang yang terlantar bahkan sampai tertidur di conveyor barang.

Perekam video yang berjenis kelamin perempuan menyebut bahwa video itu diambil sekitar pukul 04.00 WIB.

Tapi tidak jelas kapan tanggal keadaan tersebut direkam olehnya.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan, Bandara Soekarno-Hatta Buka Posko Monitoring Angkutan Udara Natal & Tahun Baru

"Assalamualaikum, ini pagi subuh jam berapa nih. Kita belum subuh ya, jam 04.00 WIB ya. Ini kita di Bandara Soekarno-Hatta mau antre karantina di Wisma Atlet," kata perekam video, dikutip Senin (20/12/2021).

Dia mengaku sudah menunggu untuk dikarantina kesehatan sejak sekitar pukul 18.00 WIB kemarinnya.

PT Angkasa Pura II membuka posko Natal dan Tahun Baru 2022 di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (20/12/2021).
Ilustrasi di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (20/12/2021). (Istimewa)

Perekam menyatakan bahwa proses menunggu karantina kesehatan yang butuh waktu lama itu merupakan cara pemerintah menyiksa masyarakatnya.

"Sudah dari habis magrib sampai subuh belum juga selesai. Masih antre panjang. Tuh guys, ini bener-bener pemerintah penyiksaan nih terhadap rakyat," ujar perempuan itu

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved