Catatan Kritis PDIP untuk Gubernur Anies: Dari Masalah Banjir hingga Polemik Formula E

Fraksi PDIP DPRD DKI menyampaikan catatan kritis untuk kinerja Gubernur Anies Baswedan sepanjang tahun 2021 ini.

TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menyampaikan catatan kritis untuk kinerja Gubernur Anies Baswedan sepanjang tahun 2021 ini.

Ada 6 program yang menjadi sorotan utama Fraksi PDIP, mulai dari penanganan banjir yang dinilai belum maksimal hingga polemik penyelenggaraan Formula E.

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menyebut, ada 3 program kerja yang tahun ini jalan di tempat alias tidak dikerjakan Anies.

"Sebut saja normalisasi sungai, rumah DP Nol Rupiah, dan OK-OCE. Tiga hal itu realisasinya jalan di tempat tahun ini," ucapnya dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/12/2021).

Sejak 2018 hingga akhir 2021 ini, Gembong menyebut Anies sama sekali belum menjalankan program normalisasi.

Padahal, program ini dinilai efektif mencegah bencana banjir yang menjadi momok warga ibu kota setiap musim hujan tiba.

"Jadi selama 4 tahun ini kita hanya bergumul, hanya berdebat soal istilah, mau normalisasi atau naturalisasi. Tapi, apapun itu dua-duanya tidak ada yang dieksekusi," ujarnya.

Baca juga: Remaja Putus Sekolah Berubah Nasib, Ressa yang Suaranya Mirip Nike Ardilla Kini Banjir Job Nyanyi

Untuk mengatasi masalah banjir di ibu kota, Gubernur Anies justru fokus pada program sumur resapan yang tahun ini menelan anggaran hingga Rp 411 miliar.

Namun, pembangunannya yang tidak memperhatikan aspek teknis hingga merusak fasilitas umum membuat program unggulan Anies ini jadi sorotan beberapa waktu terakhir ini.

"Program banjir nol, program penanggulangan banjir nol. Program sumur resapan semrawut," kata Gembong.

Terkait program rumah DP Nol Rupiah, hingga tahun 2021 ini baru terealisasi sebanyak 967 unit dari target awal yang tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebanyak 232.214 unit.

Baca juga: Tolak Revisi UMP DKI Anies Baswedan, Apindo Mengaku Tidak Masalah dengan Nominal: Asal Regulasinya

Artinya, realisasi program unggulan Anies semasa kampanye dulu ini hanya sebesar 0,3 persen.

Kemudian, Gubernur Anies mengklaim mengklaim program OK-OCE atau yang kini dikenal dengan Jakpreneur sudah melampaui target.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved