Banyak Wisatawan Dari Luar Negeri di Bandara Soekarno-Hatta Maksa Karantina di Wisma yang Gratis
Padahal, hanya ada tiga kategori penumpang internasional yang diizinkan untuk karantina kesehatan di Wisma Atlet.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Elga H Putra
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Satgas Udara Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta mengatakan banyak wisatawan penerbangan internasional yang memaksa untuk melakukan karantina di Wisma Atlet dan fasilitas yang disediakan pemerintah.
Padahal, hanya ada tiga kategori penumpang internasional yang diizinkan untuk karantina kesehatan di Wisma Atlet yakni, pekerja migran Indonesia (PMI), pelajar, dan aparatur sipil negara (ASN).
Komandam Satgas Udara Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta, Letkol Agus Listiono menegaskan, selain tiga kategori di atas, seharusnya melakukan karantina di hotel yang disediakan.
Akan tetapi, pihaknya terpaksa memasukkan para wisatawan dari luar negeri di Wisma Atlet karena penumpukam.
Wisatawan dimasukkan ke wisma tersebut syaratnya, masuk antrean paling terakhir.
Baca juga: Satgas Udara Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta Klaim Tidak Ada Lagi Penumpukan Penumpang Internasional
"Yang bersangkutan (wisatawan) itu tidak berhak untuk karantina di Wisma Atlet. Saya memiliki antisipasinya, saya kelompokkan, untuk mengikuti jalur setelah yang berhak ke wisma. Dia yang paling terakhir untuk saya kirim ke wisma," papar Agus, Kamis (23/12/2021).
Menurutnya, banyak wisatawan terutama warga negara Indonesia (WNI) yang tak memahami aturan soal siapa saja yang berhak untuk karantina kesehatan di Wisma Atlet.
Tak sedikit di antara mereka yang memaksa untuk dikarantina di wisma itu.
"Banyak wisatawan khususnya WNI yang tidak memahami siapa saja yang boleh ke wisma. Namun, dia memaksakan diri ke wisma," keluh Agus.
Baca juga: Terminal 1A dan 2F Bandara Soekarno-Hatta Aktif Lagi Selama Nataru 2022, Simak Daftar Maskapainya
Bahkan, sempat ada sekira 50-60 wisatawan yang memaksa untuk dimasukkan ke Wisma Atlet.
Menurut Agus, pada Selasa (21/12/2021), ada 57 wisatawan yang akhirnya dimasukkan ke wisma.
"Kisaran 50-60 itu ada setiap hari. Itu yang tidak berhak di wisma. Namun dia memaksakan diri di wisma, yang tak kasih sebutan angel itu tadi. Kemarin aja 57 itu kan menjadikan beban negara," urai dia.
Sebelumnya, ada seorang penumpang dari luar negeri berjenis kelamin perempuan di Bandara Soekarno-Hatta yang mengeluh soal lamanya proses menunggu karantina kesehatan.
Perempuan itu merekam suasana para penumpang yang sedang menunggu karantina dan viral di aplikasi pengirim pesan WhatsApp.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bandara-soekarno-hatta-kembali-mengaktifkan-terminal-1a-dan-terminal-2f.jpg)