Cerita Kriminal

Anggota Polair Dikeroyok Anak Muda di Tanjung Priok, Saksi: Mau Nyelametin, Malah Kena Sasaran

Warga di sepanjang Jalan Ende, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digegerkan kejadian pengeroyokan terhadap anggota Polri, Sabtu (1/1/2022) lalu.

Gerald Leonardo Agustino/ Tribun Jakarta
Lokasi pengeroyokan terhadap anggota Polair di Jalan Ende, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Siti menambahkan, para anak muda yang melakukan pengeroyokan dipastikan bukan warga yang biasa beraktivitas di Jalan Ende.

Siti juga mengatakan pihak kepolisian sudah bolak balik ke lokasi dalam rangka penyelidikan kasus pengeroyokan ini.

Diselidiki Polres Jakut

Sebelumnya, video viral di media sosial merekam pengeroyokan yang menimpa seorang anggota Polri.

Berdasarkan keterangan unggahan video akun Instagram @cetul222, korban pengeroyokan ialah Bripda Rio Novemberyanto Rajagukguk, anggota Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Pengeroyokan terhadap Bripda Rio disebutkan terjadi ketika dirinya sedang makan di Jalan Ende, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tangkap layar pengeroyokan terhadap anggota Polair di Tanjung Priok.
Tangkap layar pengeroyokan terhadap anggota Polair di Tanjung Priok. (Dok. Istimewa)

Yang bersangkutan dikeroyok setelah berupaya melerai keributan antar warga.

"Bripda rio novemberyanto raja gukguk melihat kejadian pengeroyokan tsb dan berusaha melerai pengeroyokan akan tetapi segerombolan orang tidak di kenal berbalik melakukan pengeroyokan thd Bripda.rio mberyanto raja gukguk (KP.Belibis 5007) Subdit patroli air Ditpolair Korpolairud baharkam polri," tulis keterangan unggahan akun Instagram @cetul222.

Terkait unggahan tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Dwi Prasetyo Wibowo membenarkan terjadinya pengeroyokan.

"Iya benar. Sudah kami lidik dari beberapa hari lalu, kita lidik setelah kejadian. Masih kita lidik," kata Dwi saat dikonfirmasi, Senin (3/1/2022).

Menurut Dwi, pengeroyokan itu terjadi pada 1 Januari 2022 lalu.

Ketika itu, korban setelah makan di warteg melihat ada warga yang dikeroyok sekelompok orang tak dikenal.

"Jadinya intinya korban (Bripda Rio) itu sedang makan di warteg sama rekannya. Melihat ada orang berkerumun (keributan), berniat untuk melerai, tapi malah jadi korban," kata Dwi.

Adapun korban dalam pengeroyokan ini berjumlah dua orang dan keduanya mengalami luka di bagian wajah.

Selain Bripda Rio, korban lainnya ialah seorang warga bernama Ari yang juga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal tersebut.

Polres Metro Jakarta Utara hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan ini.

Polisi masih mendalami keterangan korban untuk selanjutnya mencari para pelaku pengeroyokan ini.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved