Cerita Kriminal
Nafsu Miliki Dolar dengan Harga Murah, Warga Malah Tertipu Sampai Nyaris Rp 10 Miliar
Mungkin karena bernafus mau mendapatkan dolar Singapura dengan harga murah, seorang pria justru kehilangan uang dengan jumlah besar.
TRIBUNJAKARTA.COM - Mungkin karena bernafus mau mendapatkan dolar Singapura dengan harga murah, seorang pria justru kehilangan uang dengan jumlah besar.
Dia tak sadar menjadi korban penipuan.
Tak tanggung-tanggung, uangnya yang raib mencapai nyaris Rp 10 miliar.
Tepatnya di angka Rp 9,9 miliar.
Hal itu dialami oleh seorang waerga di Tanjungpinang, Riau.
Baca juga: Sisa Jabatan Masih 9 Bulan Lagi, Anies Baswedan Sudah Kangen Nostalgia Saat Kampanye Pilkada Jakarta
Adapun pelakunya ialah seorang pria bernama Firman.
Akibat ulah Firman, korban menderita kerugian hingga miliaran rupiah.
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Awal Syakban Harahap membenarkan kasus ini.

Ia mengatakan, pelaku sudah diamankan sejak tanggal 2 Januari 2022 lalu.
Firman diciduk polisi saat berada di jalan Pasar Baru, Kota Tanjungpinang.
Aksi penipuan pelaku bermula saat menawarkan korban untuk membeli dolar Singapura dengan harga murah.
"Tawaran itu sekitar September 2020 lalu. Korban akhirnya membeli dengan mentransfer uang kepada pelaku," ujarnya menceritakan kronologis kejadian, Selasa (4/1/2022).
Lalu setiap bulannya, korban terus mentransfer uang atas permintaan pelaku agar bisa membeli dolar Singapura.
"Itu terhitung sampai September 2021," sebutnya.
Baca juga: Balapan Tinggal 5 Bulan Lagi, Anak Buah Anies Masih Bungkam Soal Sponsor Formula E
Untuk meyakinkan korbannya, pelaku membuat rincian atau laporan palsu bahwa dolar milik korban selalu bertambah.
"Saat itu memang korban tidak pernah cek kebenarannya. Menganggap bahwa laporan dari pelaku sudah benar," ujar Awal.
Ia melanjutkan, pada awal September 2021, korban berniat meminta hasil pembelian dolar. Saat itu pelaku menyampaikan, akan mentransfer secara bertahap sebesar Rp 400 sampai Rp 500 juta.
"Awalnya korban percaya saja, kalau laporan transaksi pelaku kepada korban itu benar. Namun, korban baru menyadari telah tertipu saat mengecek saldo miliknya. Ternyata memang tidak ada," katanya.

Merasa telah ditipu, korban lalu membuat laporan ke polisi.
Sementara itu dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku mengaku telah melakukan penipuan dan menghabiskan uang milik korban sejak Februari 2021 lalu untuk keperluan pribadi.
Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul Warga Tanjungpinang Tertipu Rp 9,9 Miliar, Tergiur Beli Dolar Singapura Harga Murah