Breaking News:

Pemprov DKI Tetap Gelar PTM 100 Persen Meski Ada 2 Siswa Tertular Covid-19, Termasuk Omicron

Menurutnya, adanya temuan satu atau dua kasus Covid-19 peserta didik tidak mempengaruhi PTM terbatas di ribuan sekolah lainnya.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kala diwawancarai awak media di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (19/12/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta belum mengambil kebijakan penghentian pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas kapasitas peserta didik 100 persen meski ada temuan kasus aktif di dua sekolah.

PTM 100 persen di Jakarta dipastikan masih akan tetap berjalan.

mengatakan pihaknya belum mengambil langkah lain meski satu siswa di SMAN 71 terpapar omicron dan satu siswa di SMK Malaka positif Covid-19.

"Seperti komitmen kita bersama, kalau ada yang kena, siswa atau tenaga pendidik, guru atau karyawan itu akan ditutup selama lima hari, kalau kurang 5 persen, kalau lebih 5 persen itu 14 hari," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Selasa (11/1/2022) malam.

Baca juga: Dua Siswa Terpapar Covid-19, Wali Kota Jakarta Timur Minta Prokes di Sekolah Ditingkatkan

Baca juga: 11 Bus Sekolah Dikerahkan untuk Antar Nakes ke Lokasi Vaksin di 5 Wilayah Jakarta

"Sementara, kita masih laksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada. Sejauh ini Pemprov DKI Jakarta masih memenuhi syarat dilaksanakan PTM 100 persen terbatas," lanjutnya.

Wagub asal Gerindra yang karib disapa Ariza ini menegaskan PTM 100 persen ini masih mengacu pada SKB 4 Menteri.

Di mana wilayah yang menerapkan PPKM Level 1 dan PPKM Level 2 dapat menggelar PTM 100 persen bila semua syarat telah terpenuhi.

Baca juga: Waspada! Pemerintah Prediksi Puncak Lonjakan Omicron Terjadi pada Awal Februari Ini

Baca juga: Omicron Sudah Masuk Bogor, Pasien Pertama Kerap Wara-wiri ke Jakarta dengan Transportasi Umum

Menurutnya, adanya temuan satu atau dua kasus Covid-19 peserta didik tidak mempengaruhi PTM terbatas di ribuan sekolah lainnya.

"Ada kasus satu dua tidak berarti menunda semua PTM. treatment-nya seperti yang kita ketahui, ditutup untuk sementara. Kan kasusnya harus dilihat, di Jakarta sekolahnya ribuan. Masa' satu dua sekolah, terus menutup ribuan sekolah. Jadi semua kan diskrining setiap sekolah, ya," tandasnya.

Tampak SMAN 71 di Kelurahan/Kecamatan Duren Sawit yang ditutup sementara akibat satu siswa terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron, Jakarta Timur, Selasa (11/1/2022)
Tampak SMAN 71 di Kelurahan/Kecamatan Duren Sawit yang ditutup sementara akibat satu siswa terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron, Jakarta Timur, Selasa (11/1/2022) (Istimewa)

Diberitakan, sejak dibuka PTM terbatas kapasitas peserta didik 100 persen di Jakarta, ditemukan dua siswa dari dua sekolah berbeda di Duren Sawit Jakarta Timur terkonfirmasi positif Covid-19. 

Baca juga: Vaksin Booster Dimulai Hari Ini, Gratis tapi Simak Dulu Syarat Penerima hingga Cek Tiketnya

Satu siswa SMAN 71 Jakarta dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron dan satu siswa SMK Malaka terpapar virus Corona dan belum diketahui variannya.

Saat ini, puskesmas dan suku dinas kesehatan setempat masih terus melakukan penelusuran kontak erat terhadap siswa dan guru di SMAN 71 dan SMK Malaka dengan melakukan tes swab PCR.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved