Breaking News:

Omicron di Jakarta Capai 725 Kasus, Wagub Ariza: Kami Minta Pengetatan

Pemprov DKI bakal melakukan pengetatan mobilitas imbas lonjakan kasus Omicron. Hal ini disampaikan Wagub Ahmad Riza Patria. Simak penjelasannya.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kala mengunjungi Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, Sabtu (15/1/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta bakal melakukan pengetatan mobilitas imbas lonjakan kasus Omicron.

Hal ini dipastikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kala mengunjungi Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta.

"Tentu harus ada pengetatan. Jadi kami minta pengetatan," jelas orang nomor dua di DKI ini, Sabtu (15/1/2022).

Namun, pengetatan ini diakui Ariza memerlukan adanya kordinasi lebih lanjut.

Sebab, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 masih tetap berlaku di DKI Jakarta hingga 17 Januari 2022 mendatang.

"Kita akan koordinasikan sesuai dengan masa periodenya PPKM Level 2 ini DKI Jakarta kita akan lihat. Pemerintah pusat bekerja sama satgas pusat, satgas daerah bekerja sama melakukan evaluasi secara rutin berkala. Nanti kebijakan-kebijakan yang baru akan segera kami sampaikan," lanjutnya.

Baca juga: Omicron di Jakarta Terus Meluas, Kini Tembus Angka 725 Kasus: 545 dari Perjalanan Luar Negeri

Baca juga: Omicron Mengancam, Bagaimana Nasib PTM di Sekolah Jakarta? Ini Kata Dinas Pendidikan

Selain itu, pengetatan mobilitas juga bakal diberlakukan untuk warga yang hendak berpergian ke luar negeri.

Pasalnya, bila merujuk pada data terupdate, kasus Omicron di DKI aja sudah mencapai 725.

Dari jumlah tersebut, 545 diantaranya merupakan pelaku perjalanan luar negeri dan sisanya merupakan transmisi lokal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved