Kondisi Terbaru TMII
YHK Janjikan Warga Hingga Anak Cucu Bisa Kerja sebelum TMII Berdiri
Jauh sebelum TMII dibangun, warga sekitar Cipayung pernah dijanjikan bahwa mereka hingga ke anak dan cucunya bisa bekerja di TMII.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Warga Sempat Dijanjikan Kerja di TMII Hingga Anak Cucunya
Sebelum dibangun menjadi Taman Mini atau TMII, pada tahun 1970-an, Nunuk menuturkan lahan ratusan meter tersebut merupakan perkebunan karet dan rawa milik warga sekitar kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Kemudian area seluas 150 hektar itu dibeli oleh pemerintah saat itu untuk pembangunan Taman Mini atau TMII.

Adalah ibu negara saat itu yakni Siti Hartinah atau Tien Soeharto yang turun tangan dalam hal pembebasan lahan.
Mengingat TMII memang merupakan proyek dari Tien Soeharto melalui YHK.
Mengutip laman TMII, kawasan taman wisata seluas 150 hektar ini dibangun pada Tahun 1972 dan diresmikan pada 20 April 1975.
Jauh sebelum dilakukan peresmian, gagasan pembangunan TMII dicetuskan Tien pada suatu pertemuan di Jalan Cendana Nomor 8 Jakarta, 13 Maret 1970.
Saat itu, dia menginginkan adanya miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya.
Melalui miniatur ini, diharapakan dapat membangkitkan rasa bangga dan cinta tanah air di seluruh pelosok negeri.
Setelah itu, dimulailah proyek TMII yang disebut Proyek Miniatur Indonesia atau "Indonesia Indah" yang dilaksanakan oleh YHK.
Baca juga: TMII Ramai Dibicarakan, Cerita Eks Karyawan Kenang Alasan Warga Setuju Lahannya Digusur Tahun 70-an
"Berdirinya memang dari tahun 1970 sudah mulai pembebasan itu ya.
Pengembangan demi pengembangan itu kan dulu tuh memang ada yang diresmikan sama almarhumah Bu Tien.
Kalau warga tidak dipaksa atau dianukan, ya cuma intinya diganti dengan keikhlasan warga sekitarnya dan warga sekitarnya pun juga dapat sertifikatnya dari almarhum Bu Tien," ujar Nunuk Suyono yang bekerja selama 36 tahun di Taman Mini saat berbincang dengan TribunJakarta.com, Jumat (21/1/2022).
Hal itu membuat warga setuju untuk membebaskan lahan mereka lantaran adanya iming-iming yang dijanjikan pihak Cendana.

Nunuk mengatakan saat itu para warga dijanjikan dapat bekerja di TMII hingga ke anak cucunya.