Akal Bulus Muda-mudi Beri Gadis ABG Pakaian Minim Lalu Dijual Via MiChat, Terkuak Tarif Kencan

Terkuak akal bulus sepasang muda-mudi muncikari menjaring gadis ABG untuk ditawarkan kepada pria hidung belang.

Tribun Manado
Ilustrasi Prostitusi Online. Terkuak akal bulus sepasang muda-mudi muncikari menjaring gadis ABG untuk ditawarkan kepada pria hidung belang. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terkuak akal bulus sepasang muda-mudi muncikari menjaring gadis ABG untuk ditawarkan kepada pria hidung belang.

Pasangan muda-mudi itu mendandani korbannya dengan pakaian minim atau seksi lalu difoto dan dijual melalui aplikasi Michat.

Pelaku wanita berinisial SI (19) dan pria berinisial BR (19) akhirnya tertangkap polisi.

Warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu akhirnya diringkus aparat Polresta Bandung.

Dari para korban terungkap bila mereka sudah menjadi korban perdagangan orang.

"Diminta untuk melayani laki-laki hidung belang. Diinapkan di sebuah apartemen di Kota Bandung dan diberikan pakaian minim atau seksi, lalu difoto dan dimasukan ke aplikasi MiChat," kata Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo.

Baca juga: Berteman dengan Muncikari dan Desakan Ekonomi Buat Cassandra Angelie Terlibat Prostitusi

Baca juga: Modus Muncikari Jual Bocah 6 SD di Apartemen Kalibata City: Awalnya Diajak Pacaran

Sehingga, menurut Kusworo, beberapa pelanggannya menghubungi untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

"Dari satu kali hubungan tarifnya berkisar dari Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu. Hasilnya dibagi Rp 100 ribu kepada korban sisanya diambil oleh tersangka," katanya.

Diketahui, kasus tersebut terungkap berawal dari laporan orang tua korban pada 17 Januari 2022.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, saat menginterogasi kedua pelaku di Mapolres Bandung, Jumat (28/1/2022).
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, saat menginterogasi kedua pelaku di Mapolres Bandung, Jumat (28/1/2022). (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Orang tua korban melapor kepada polisi bila putrinya sudah tiga hari tidak pulang ke rumah.

Korbannya dua orang masing-masing berusia 14 tahun dan 15 tahun.

Kombes Pol Kusworo Wibowo mengungkapkan setelah tiga hari tak pulang, kedua korban kemudian pulang ke rumah.

Pada saat korban pulang, orang tuanya langsung bertanya.

Pada kesempatan itu, sang anak mengatakan tidak diperbolehkan pulang oleh temannya berinisial SI dan BR.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved