Antisipasi Virus Coroan di DKI
Covid-19 Mengganas, Pemprov DKI Ingin Perketat Mobilitas dan Kerumunan Warga di RT RW
Pengetatan prokes ini diklaim Ahmad Riza Patria akan dibarengi dengan kesiapan di sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jkarta akan memperketat pengawasan di lingkup RT-RW untuk antisipasi gelombang ketiga Covid-19.
Kasus Covid-19 yang terus meroket membuat Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai persiapan. Di antaranya dengan menggaungkan pengetatan protokol kesehatan dari sektor terendah, yakni di tingkat RT dan RW.
"Kemudian kita usulkan ada pembatasan mobilitas dan (penindakan) kerumunan juga akan kita tingkatkan. Kita akan aktifkan kembali satgas RT RW. Itu menjadi kewenangan kami untuk ditingkatkan ya," kata Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Rabu (2/2/2022) malam.
Pengetatan prokes ini diklaim Ahmad Riza Patria akan dibarengi dengan kesiapan di sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta.
Baca juga: Sehari Tambah 1.083 Kasus Baru, Walkot Depok Minta Pemerintah Pusat Evaluasi PTM 100 Persen
Baca juga: Tambah Lagi 5 Pemain Persita Positif Covid-19, Total 57 Pemain Liga 1 Tertular Virus Corona
Di mulai dari tingkat Kelurahan, pelayanan hingga keterisian obat-obatan turut dilengkapi sebagai wujud antisipasi gelombang ketiga yang diperkirakan pada bulan ini dan Maret 2022 mendatang.
"Prinsipnya kita harus mempersiapkan semua dalam rangka menghadapi adanya peningkatan Covid-19 maupun omicron. Jadi kita sudah melakukan antisipasi dan kesiapan berbagai fasilitas dukungan, rumah sakit, pelayanan kesehatan, Puskesmas Kelurahan, puskesmas daerah kemudian tenaga kesehatan, obat-obatan, oksigen. Semuanya bersiap-siap menghadapi peningkatan covid maupun omicron," pungkasnya.
Update: Tambahan Kasus Covid-19 DKI Capai 9.132, Meninggal 11
Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia hari ini mencapai angka 17.895 kasus, Rabu (2/2/2022).
DKI Jakarta jadi provinsi dengan temuan kasus terbanyak hari ini, yaitu mencapai 9.132 kasus.
Baca juga: 6.258 Warga Tangsel Terpapar Covid-19 Tapi Hanya 173 yang Dirawat di RS, Ini Penjelasannya
Sedangkan, Jawa Barat di peringkat kedua dengan penambahan 3.739 kasus disusul Banten dengan 2.451 kasus.
Dengan penambahan ini, jumlah kasus Covid-19 di ibu kota sejak awal pandemi mencapai 928.875 kasus.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 94 persen atau 873.212 pasien Covid-19 sudah dinyatakan sembuh.
Sedangkan, total pasien yang meninggal ada 13.689 dengan tingkat kematian 1,5 persen.
Baca juga: UPDATE Corona Hari Ini: Ada 17.895 Kasus Baru Covid-19, DKI Sumbang Kasus Tertinggi 9.132 Pasien
Angka kematian ini naik 11 kasus dibandingkan sehari sebelumnya.
Lonjakan Covid-19 yang terjadi menyebabkan jumlah kasus aktif naik menjadi 41.974 kasus.
Adapun persentase kasus positif atau positivity rate Covid-19 di Jakarta dalam sepekan terakhir berada di kisaran 17,4 persen.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan ambang batas yang sudah ditentukan organisasi kesehatan dunia (WHO), yaitu tak lebih dari 5 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-tes-swab-massal-3.jpg)