Antisipasi Virus Coronadi Tangerang
Simak Cara Mendapatkan Sembako Untuk Warga Kota Tangerang Yang Sedang Isolasi Mandiri
Pemerintah Kota Tangerang bakal menyalurkan bantuan sosial, berupa sembako bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang bakal menyalurkan bantuan sosial, berupa sembako bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Suli Rosadi menjelaskan, warganya yang sedang isoman dapat mengajukan bantuan paket sembako lewat aplikasi berbasis situs.
Yakni disitus Covid19.tangerangkota.go.id/pendataan_isman/daftar.
"Setelah daftar, nanti diverifikasi oleh Kelurahan dan Kecamatan. Selanjutnya, Dinsos akan kirim paket sembakonya ke Kecamatan, bagian wilayah yang akan kirim secara door to door," ujar Suli, Senin (7/2/2022).
"Maksimal proses tiga hari, namun diusakan di hari yang sama sudah dikirim," sambungnya.
Paket sembako yang dikirim diantaranya terdiri dari lima kilogram beras, mi instan satu dus, air mineral satu dus, minyak goreng dua liter, biskuit satu bungkus dan susu full cream.
"Hal ini sudah tertuang dalam Perwal disatu anggaran dalam bencana alam. Seperti banjir atau kebakaran, jadi silakan masyarakat yang sedang isoman manfaatkan program ini," imbau Suli.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Meningkat Tajam, Bulan Februari 2022 Tertinggi Tembus 1.820 Sehari
Dari program ini, harapannya, dapat sedikit membantu atau meringankan kebutuhan warga Kota Tangerang yang isoman.
"Sehingga, mereka yang terpapar tidak merasa sendiri dan lonjakan kasus covid-19 bisa sama-sama kita tekan," pungkas Suli.
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengatakan, pihaknya saat ini tengah memverifikasi data wargaya yang isoman.
"Insya Allah ada bantuan, ini lagi verifikasi data," ujar Arief di kantornya, Selasa (8/2/2022).
Kasus Covid-19 Kota Tangerang
Sebelumnya, Arief menjelaskan kalau lonjakan kasus Covid-19 diwilayahnya terjadi pada medio Januari 2022.
Fakta tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim, Selasa (8/2/2022).
Menurutnya, penyebaran Covid-19 terus mengalami lonjakan kasus terkonfirmasi positif sejak itu.
Namun, masih dalam kondisi yang terkendali untuk perawatan dan pengobatan bagi pasien.
"Kenaikan kasus terjadi mulai tanggal 10 Januari 2022 lalu," ujar Arief di kantornya.
Baca juga: PPKM Level 3, Pasar Lama Tangerang Dirombak Waktu Operasional Sampai Mal dan Restoran Dibatasi
"Tertinggi pada tanggal 5 Februari 2022 yang mencapai 1.820 kasus per hari," tambah dia lagi.
Upaya yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang mulai dari optimalisasi program vaksinasi.

Hingga penambahan kapasitas tempat tidur pasien di fasilitas Isolasi Terpadu (Isoter).
"Total yang sudah divaksin untuk dosis pertama sebanyak 1.580.873 jiwa, dosis kedua 1.192.641 dan dosis tiga sebanyak 89.436 jiwa," beber Arief.
Pasalnya, dari delapan lokasi Isoter yang telah disiapkan oleh Pemkot Tangerang, saat ini telah terisi sebanyak 110 unit dari total kapasitas yang tersedia sebanyak 373 unit.
Arief mengataka akan terus ditambah jika masih terus terjadi penambahan kasus Covid-19 di Kota Tangerang.
Baca juga: Begini Kronologi Pekerja PDAM TKR Tangerang Tewas Dalam Proyek Galian, Tertimpa Pipa 1 Meter
"Pemkot juga sedang mengajukan untuk menggunakan gedung HAKI milik Kemenkumham sebagai fasilitas Isoter tambahan," tutupnya.
Dikesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan ribuan tempat tidur untuk pasien Covid-19, tersebar di rumah sakit dan layanan fasilitas isolasi mandiri.
Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan, pihaknya menyiapkan 2.940 tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang tersebar diseluruh penjuru Banten.
"2.940 tempat tidur diseluruh Banten. Dirawat di rumah sakit ada 16 persen, rumah singgah agak tinggi," terang Wahidin usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 se-Tangerang Raya, Selasa (8/2/2022).
"Jangan panik," tambahnya di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Dirinya mengakui kalau Banten sudah diserang gelombang ketiga Covid-19 semenjak masuknya varian Omicron.
Namun, Pemerintah Provinsi Banten pasalnya sudah menyiapkan segala fasilitas kesehatan untuk pasien Covid-19.
"Kita bicara kesiapan, vaksinasi, kesiapan rumah sakit, dokter, obat-obatan, oksigen, tadi sudah siap. Akan terjadi puncak Covid-19 sebagaimana disinyalir para ahli, infrastruktur sudah ada pada saat Covid-19 awal-awal," jelas Wahidin Halim. (*)