Hasil Survei, Mayoritas Publik Setuju Indonesia Dipimpin Perempuan
Selama 76 tahun kemerdekaan, kepemimpinan nasional didominasi oleh kaum pria. Temuan survei, mayoritas publik tak keberatan perempuan jadi pemimpin.
Sebelumnya Puan juga sempat menjabat Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) pada periode pertama kabinet Jokowi.
“Artinya Puan memiliki pengalaman politik yang mumpuni sebagaimana diinginkan publik,” tandas Andreas.
PDIP menempati urutan kedua terbanyak pendukung pemimpin perempuan, setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Partai yang identik dengan anak muda ini seluruhnya atau 100 persen setuju Indonesia dipimpin oleh presiden ataupun wakil presiden perempuan.
“Isu perempuan menjadi program utama yang diusung PSI dalam kampanye, di antaranya menolak poligami dan Perda-Perda yang diskriminatif,” jelas Andreas.
Figur perempuan seperti Grace Natalie dan Dea Tunggaesti menjadi tokoh penting di jajaran DPP PSI.
Pemilih partai-partai politik lain pun tidak keberatan dengan figur pemimpin perempuan. Setelah PSI dan PDIP ada Nasdem (88,9 persen), Golkar (83,3 persen), Gerindra (80,6 persen), dan Demokrat (71,7 persen).
Bahkan parpol-parpol berbasis Islam pun tampaknya condong mendukung kepemimpinan perempuan, di antaranya PKB (71,1 persen) dan Gelora (61,5 persen). “Sebagai catatan, Megawati pernah dijegal oleh Poros Tengah dari kalangan partai-partai Islam,” ujar Andreas.
Pada kisaran dukungan 50 persen adalah pemilih PKS (54,4 persen), PAN (53,3 persen), dan PPP (50,0 persen). Dukungan di bawah 50 persen adalah Partai Ummat (35,3 persen), dan PBB nihil sama sekali.
Survei NEW INDONESIA Research & Consulting dilakukan pada 1-10 Februari 2022 terhadap 1200 orang mewakili seluruh provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-surat-suara.jpg)