Hasil Survei, Mayoritas Publik Setuju Indonesia Dipimpin Perempuan
Selama 76 tahun kemerdekaan, kepemimpinan nasional didominasi oleh kaum pria. Temuan survei, mayoritas publik tak keberatan perempuan jadi pemimpin.
TRIBUNJAKARTA.COM - Selama 76 tahun kemerdekaan, kepemimpinan nasional didominasi oleh kaum laki-laki.
Megawati Soekarnoputri menjadi presiden perempuan pertama dan satu-satunya yang dimiliki Indonesia pada masa reformasi.
Megawati terpilih menjadi presiden dalam Sidang Istimewa MPR 2001, setelah sebelumnya menjabat wakil presiden mendampingi mendiang Gus Dur.
Alhasil, Megawati sekaligus menjadi wakil presiden perempuan satu-satunya dalam sejarah Republik.
Apakah defisit kepemimpinan perempuan ini merefleksikan pandangan patriarkis dalam masyarakat kita?
Temuan survei NEW INDONESIA Research & Consulting menunjukkan mayoritas publik tidak keberatan dengan tampilnya pemimpin perempuan.
Baca juga: Prabowo Ungguli Simulasi Capres 2024, Puan Jadi Cawapres Terkuat
Sebanyak 83,3 persen menyatakan setuju Indonesia dipimpin oleh presiden atau wakil presiden perempuan, khususnya yang memiliki latar belakang pengalaman memimpin pada jabatan politik penting sebelumnya.
“Mayoritas publik setuju Indonesia dipimpin perempuan, asalkan punya pengalaman politik yang mendukung,” ungkap Direktur Eksekutif NEW INDONESIA Research & Consulting Andreas Nuryono dalam keterangan tertulis pada Selasa (15/2).
Hanya sebagian kecil yang menolak kepemimpinan perempuan, yaitu sebanyak 13,8 persen, dan sisanya menyatakan tidak tahu/tidak jawab (2,8 persen).
“Secara umum publik tidak alergi dengan munculnya figur perempuan sebagai pemimpin nasional,” lanjut Andreas.
Jika dibedah berdasarkan pilihan partai politik, sebanyak 90,5 persen pemilih PDIP merasa tidak keberatan dengan figur pemimpin perempuan.
Hal ini tidak mengejutkan, mengingat PDIP memiliki figur Megawati yang telah memimpin partai sejak melawan Orde Baru dulu.
Baca juga: Tangapi Survei Kinerja Anies Memuaskan, Gerindra Sentil Pengkritik: Bilang Jelek Belum Terima Kalah
Tingginya dukungan pemilih PDIP terhadap pemimpin perempuan memberi harapan baik bagi kaum perempuan, di mana PDIP merupakan partai politik pemenang pemilu berturut-turut sejak Pemilu 2019. PDIP mengincar kemenangan untuk periode ketiga pada 2024 mendatang.
Puan Maharani sebagai sosok yang dianggap mewakili regenerasi trah Soekarno di tubuh PDIP digadang-gadang sebagai calon presiden ataupun wakil presiden.
Saat ini PDIP menjabat Ketua DPR dan telah menjadi anggota parlemen sejak 2009.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-surat-suara.jpg)