Pengrajin Tahu di Kota Bekasi Menjerit Lantaran Harga Kedelai Meroket, Siasati dengan Cara Ini 

Harga kedelai yang mengalami kenaikan membuat pengrajin tahu di Kota Bekasi menjerit. Produksi terpaksa dikurangi mencapai 30 persen. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Pengrajin tahu di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi menjerit harga kedelai meroket. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWALUMBU - Harga kedelai yang mengalami kenaikan membuat pengrajin tahu di Kota Bekasi menjerit.

Hal ini berdampak pada kuantitas produksi yang terpaksa dikurangi mencapai 30 persen.

Seperti yang terjadi di lokasi produksi tahu Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi milik pengrajin bernama Benjo (31). 

Dia mengatakan, kuantitas produksi tahu di tempatnya tepaksa dikurangi dari yang sebelumnya delapan kuintal sekarang menjadi 6,5 kuintal kedelai per hari. 

"Menurun (kuantitas produksi), sekitar 30 persen menurunnya," kata Benjo di lokasi produksi tahu miliknya, Kamis (18/2/2022).

Baca juga: Minyak Goreng Masih Mahal, Pengusaha Warteg Makin Menjerit Bila Harga Tahu Tempe Naik

Benjo menjelaskan, harga kedelai di tempat dia biasa membeli bahan pokok produksi saat ini berada di angka 11.200 per kilogram. 

"Sekarang kedelai Rp11.200, sudah mau satu bulan ini harganya segitu," jelasnya.

Pengrajin tahu di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi menjerit harga kedelai meroket.
Pengrajin tahu di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi menjerit harga kedelai meroket. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Dia mengaku tidak mengetahui secara persis faktor kenaikan harga kedelai, sebab di tempat biasa membeli kebutuhan produksi stok selalu tersedia. 

"Kalau stok kedelai ada terus cuma harganya aja naik, saya biasa ngambil di Bekasi Jaya," ujarnya. 

Selain mengurangi produksi, Benjo juga mensiasati harga kenaikan kedelai dengan merubah spesifikasi tahu yang dia buat.

Baca juga: Catat! Produsen Tempe dan Tahu di Jakarta Bakal Mogok Produksi 21-23 Februari 2022

Hal ini lanjut dia, dilakukan untuk memastikan harga tahu yang dia buat tetap stabil sehingga tidak membebani pembeli

"Kita buat kecil untuk ukuran tahunya, untuk harga jualnya tetap saya jual per papan Rp32.000," kata Benjo. 

Benjo berharap, harga kedelai dapat kembali stabil agar pengrajin tahu atau tempe seperti dirinya dapat tetap produksi untuk kebutuhan masyarakat.

Pengrajin tahu di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi menjerit harga kedelai meroket.
Pengrajin tahu di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi menjerit harga kedelai meroket. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Pelanggan pengennya kita tetap produksi, tapi kita nggak mampu buat produksi dengan harga kedelai yang tidak terukur," tegas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved