Kasus DBD di Jakarta Meningkat, Anies Diminta Terjun ke Lapangan, Ini yang Ditakutkan

Idris pun cemas Pemprov DKI Jakarta justru belum siap menghadapi lonjakan kasus DBD menyusul makin tinggi curah hujan dalam beberapa waktu ke depan.

Pos Kupang/Eugenius Moa
Ilustrasi pasien DBD - Sejumlah anak pasien DBD dirawat di RSUD TC Hilles Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu (8/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Komisi E DPRD DKI dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Idris Ahmad meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperhatikan kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di ibu kota belakangan ini.

Politikus PSI ini mengaku khawatir setelah melihat data tingginya kasus DBD di Ibu Kota.

"Kami lihat tingginya kasus DBD di DKI Jakarta, sebanyak 777 kasus hanya dalam waktu enam minggu dari bulan Januari hingga 14 Februari 2022. Jakarta Barat paling parah, terus Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Ini perlu tinjauan langsung dari Gubernur Anies. Kami ingin beliau husnul khotimah, baik di akhir masa jabatan," ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (22/2/2022).

Idris pun cemas Pemprov DKI Jakarta justru belum siap menghadapi lonjakan kasus DBD menyusul makin tinggi curah hujan dalam beberapa waktu ke depan.

Hal itu dikarenakan, karena saat ini juga terjadi lonjakan kasus Covid-19 transmisi lokal. Hal itu dapat membuat tenaga kesehatan kewalahan.

Baca juga: Wakil Wali Kota Jaksel: Selain Covid-19, Kasus DBD juga Mengancam Warga

"Covid-19 masih bahaya, naik angkanya pada varian baru ini. Ditambah lagi, curah hujan makin makin beberapa waktu ini. Kami takut kita tidak siap. Tenaga kesehatan kita kewalahan, bahkan jatuh sakit. Kita harus punya rencana, jangan sudah jatuh, baru kita salah salahan. Dari sekarang, kita harus bersiap," lanjutnya.

Ia pun meminta Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat tenaga kesehatan di setiap Puskesmas, serta keterlibatan masyarakat juga diperlukan sebagai faktor yang sangat krusial.

Baca juga: Permintaan Ambulans Gawat Darurat di DKI Meningkat, Simak Cara Menggunakan Layanannya!

"Petugas puskesmas bersama kader jumantik perlu lebih aktif edukasi gabungkan dengan giat promosi prokes Covid-19. Terus, insentif kader jumantik pastikan turun tepat waktu dan naikan bagi yang berkinerja baik. RT dan RW dorong untuk giatkan kembali kerja bakti pastikan juga OP RT/RW tepat waktu  banyak yang bisa dikerjakan asal punya keberpihakan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved