Cerita Kriminal

Tak Puas dengan Istri Jadi Alasan Ayah Bejat Cabuli Anak Laki-lakinya, Terkuak Saat Ditanya Kakak

Seorang pria di Kabupaten Tegal berinisial W tega mencabuli anak laki-lakinya sendiri berinsial AA. Alasannya tak puas sama istri.

Kompas.com
Ilustrasi. Seorang pria di Kabupaten Tegal berinisial W tega mencabuli anak laki-lakinya sendiri berinsial AA. 

Selain itu, pelaku juga menyuruh korban memegang alat kelamin (pelaku) dalam keadaan tegang kemudian dikocokkan.

Adapun korban mendapat perlakuan demikian sejak dia berusia 17 tahun," ungkap Wakapolres Tegal, Kompol Didi, pada Tribunjateng.com, Selasa (22/2/2022).

Setelah dilakukan proses pemeriksaan,Kompol Didi mengungkapkan aksi bejat itu karena pelaku tidak mendapat pemenuhan kebutuhan biologis atau belum merasa terpuaskan oleh sang istri.

Sehingga pelaku melampiaskannya kepada anak kandungnya.

Untuk barang bukti yang turut diamankan yaitu satu kaos lengan pendek warna hitam, satu celana training panjang warna hitam, satu celana dalam warna biru, satu kaos lengan pendek warna abu-abu, satu celana panjang training warna biru tua, dan satu celana dalam warna cokelat.

Mengingat tindakan tersebut sudah dilakukan pelaku sejak korban berusia dibawah umur yaitu 17 tahun, maka tetap diberlakukan undang-undang perlindungan anak nomor 17 tahun 2016, ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan tambahan sepertiga karena pelaku merupakan ayah kandung si korban.

"Kami berkoordinasi dengan lembaga perlindungan anak Kabupaten Tegal untuk memulihkan psikologis korban. Kami terus melakukan pendampingan terhadap korban, harapannya supaya bisa kembali beraktivitas normal seperti biasa. Terlebih korban ini kan mendapat perlakuan menyimpang dari sang ayah, supaya kedepan tidak kemudian menjadi pelaku, mengingat sebelum-sebelumnya korban bisa menjadi pelaku tindakan yang sama," jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP I Dewa Gede Ditya, menambahkan pada saat kejadian pencabulan korban tidak ada perlawanan karena merasa takut dengan ancaman yang dilontarkan oleh pelaku.

Seperti ancaman akan dipukul dengan arit atau benda tajam dan lain-lain.

"Korban pastinya sempat merasa takut, hal ini terbukti karena sempat tidak tinggal di rumah.

Tapi tidak lama dihampiri oleh pelaku dan terjadilah keributan.

Ya tindakan cabul dimungkinkan lebih dari lima kali mengingat jangka waktunya mulai 2018-2022," terang Kasatreskrim.

Ditanya apakah memiliki kelainan seksual atau tidak, pelaku mengatakan tidak tahu.

Namun, pelaku mengatakan pernah meminta kepada sang istri untuk melakukan hubungan seksual dari bagian belakang (anus atau dubur).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved