Cerita Kriminal

Tanpa Alasan, Pria di Tangerang Pukul Kepala Tetangganya Hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Enggak ada angin dan badai, Sarman tiba-tiba saja memukul kepala tetangganya pakai cangkul pada Selasa (22/2/2022).

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Wikipedia
Ilustrasi cangkul. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Tidak ada angin dan badai, Sarman tiba-tiba saja memukul kepala tetangganya pakai cangkul pada Selasa (22/2/2022).

Bukan hanya sekali, Sarman melayangkan cangkulnya dua kali ke kepala Eko yang merupakan tetangganya sendiri.

Akibatnya, Eko mengalami luka yang cukup serius dan langsung dilarikan ke RSUD Pakuhaji.

Kejadian yang sempat mengagetkan warga itu terjadi di Desa Kelor RT 03/02, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

Kasie Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim mengatakan, aksi pemukulan terjadi pagi hari di depan rumah korban.

Baca juga: 2 Pemuda di Tangerang Bawa Kabur Motor Pemotong Rumput, Ditangkap Polisi Saat Tertahan Kereta

"Saat korban sedang bakar sampah di depan rumahnya, tiba-tiba didatangi tersangka yang masih tetangga," ujar Rachim saat dikonfirmasi, Rabu (23/2/2022).

"Tersangka membawa cangkul dan memukulkan cangkulnya ke arah kepala korban sebanyak dua kali," sambungnya lagi.

Korban Eko pun langsung terkapar jatuh usai menerima hantaman cangkul.

Cucuran darah pun sempat keluar dari kepalanya gara-gara Sarman.

Warga sekitar dibantu Babinsa langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Ilustrasi cangkul.
Ilustrasi cangkul. (Wikipedia)

"Korban menderita luka di kepala dan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pakuhaji guna pengobatan," kata Rachim.

Pada hari yang sama, Sarman langsung diamankan ke Polsek Sepatan beserta benda yang melukai korbannya, cangkul.

Kendati demikian, petugas kepolisian belum bisa mengungkapkan alasan Sarman sampai ringan tangan menyiksa Eko.

Sebab, diduga kuat kalau pelaku mengalami gangguan jiwa.

"Keterangan para tetangga bahwa, tersangka Sarman ada gangguan jiwa," singkat Rachim.

Untuk mengetahui kepastiannya, polisi akan melakukan tes kejiwaan untuk menentukan jalannya proses hukum.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved