Pemkot Jakarta Timur Targetkan Panen Raya Anggur Oktober 2022
Pemkot Jakarta Timur menargetkan panen raya Anggur dapat dilakukan pada tahun 2022. Ini penjelasan Wakil Wali Kota Jakarta Timur.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Pemkot Jakarta Timur menargetkan panen raya Anggur di kebun pada permukiman warga, RPTRA, dan lahan tidur lain secara urban farming dapat dilakukan pada tahun 2022.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur Hendra Hidayat mengatakan pihaknya optimis panen raya Anggur dapat tercapai karena sudah banyak warga yang melakukan budidaya di masing-masing lingkungan.
Dia mencontohkan budidaya anggur di Kebun Imut Si Nakal, RW 06, Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit lokasi talk show bertema 'Anggur Matang Cuan Datang' pada Jumat (25/2/2022).
"Jakarta Timur saat ini menjadi pioner program kampung buah. Targetnya pada Oktober 2022 akan dilakukan panen raya Anggur di Jakarta Timur," kata Hendra saat dikonfirmasi, Sabtu (26/2/2022).
Pemkot Jakarta Timur pun terus mengimbau jajarannya di tingkat Kecamatan dan Kelurahan agar mengajak warga melakukan budidaya Anggur di masing-masing permukiman.
Baca juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Wali Kota Jakarta Timur Minta Warganya Tanam Anggur: Ini Alasannya
Terlebih Anggur termasuk komoditas memiliki nilai ekonomi tinggi untuk dijual baik dalam bentuk buah maupun olahan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Diharapkan muncul budidaya Anggur serupa Kebun Imut Si Nakal di Kelurahan Malaka Sari yang bisa mendapat pengakuan dari Kementerian Pertanian dan membanggakan Jakarta Timur.
"Kami bangga di Jakarta Timur ada kebun anggur dibudidayakan secara baik dan menghasilkan yang baik, serta sangat bervariasi. Kami berbangga warga kami menjadi acuan petani di Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Benyamin Bertemu Petani: Tangsel Jadi Kota Anggur, Bertemu Barista: Tangsel Jadi Kota Kopi
Hendra menuturkan hingga kini ada 114 kelompok tani dan 17 gabungan kelompok tani (gapoktan) di Jakarta Timur yang aktif bercocok tanam berbagai jenis buah dan sayur mayur.
Serta ada 65 RPTRA dan 13 rusun yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan warga, penghijauan, dan meningkatkan ekonomi warga.
"Hingga kini terdapat 77 hektare lahan dimanfaatkan sebagai penghijauan produktif. Serta menciptakan keindahan estetika, penyediaan oksigen, dan peningkatan ekonomi masyarakat," tuturnya.