Amuk Koboi Lampung Tenteng Pistol di Rumah Keluarga, Begini Sikapnya Saat Dijemput Polisi

Aksi pria bergaya bak koboi menenteng senjata api terjadi di Lampung. AG (32) mengamuk di rumah keluarganya. Begini sikapnya saat dijemput polisi.

DOUG MENUEZ/GETTY IMAGES
Ilustrasi borgol. Aksi pria bergaya bak koboi menenteng senjata api terjadi di Lampung. Begini sikapnya saat dijemput polisi. 

Tak arogan seperti saat menodongkan senjata ke kuli bangunan, kali ini pengusaha properti itu hanya bisa tertunduk lesu.

Alasan todongkan senjata

Pengusaha properti berinisial RPB (54), tersangka penodongan senjata ke kuli bangunan di Pondok Indah, saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (15/2/2022).
Pengusaha properti berinisial RPB (54), tersangka penodongan senjata ke kuli bangunan di Pondok Indah, saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (15/2/2022). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Saat beraksi, RPB sempat memberikan pilihan kepada kuli bangunan berinisial SES.

"Dia (pelaku) sambil berkata, 'daripada dengkul kena atau kaki yang kena' sambil menodongkan senjata," kataKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (15/2/2022).

Adapun motif pelaku menodongkan air softgun ke kuli bangunan karena merasa terganggu dengan suara berisik proyek renovasi bangunan tepat di sebelah rumahnya.

"Kebetulan (pelaku) sedang berakitvitas di rumahnya, yang sedang berkegiatan zoom meeting," ujar Zulpan.

"Sehingga tersangka keluar dari rumahnya didampingi salah satu sopirnya atas nama Sutrisno. Kemudian menghampiri rumah sebelah yang kebetulan sedang renovasi. Di situ lah korban dihampiri, kemudian ditegur diminta untuk berhenti," jelas dia.

Pengusaha properti itu membentak korban sambil menenteng senjata. Korban tampak ketakutan dan berbicara terbata-bata.

"Saya suruh turun semua orangnya. Sebenarnya sudah nggak ada kerjaa di sini," kata SES dalam video yang viral di media sosial.

"Enggak ada alasan!" bentak pelaku sambil mengarahkan senjata ke kaki dan kepala korban.

Kepada polisi, RPB mengaku sempat dua kali memperingatkan kuli bangunan untuk menghentikan pekerjaannya.

Namun, menurut pengakuan pelaku, kuli bangunan tak mengindahkan peringatan tersebut.

"Menurut pengakuan tersangka korban tetap bekerja. Kemudian diingatkan untuk kedua kali namun tidak diindahkan juga," terang Zulpan.

Bawa-bawa pandemi Covid-19

Senjata yang digunakan pengusaha properti itu untuk mengancam para kuli bangunan ialah air softgun yang dibelinya seharga Rp 4,5 juta di mal kawasan Senayan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved