Anak Buah Anies Klaim Program Sumur Resapan dan Gerebek Lumpur Berhasil Cegah Banjir

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal mengklaim berhasil mengatasi masalah banjir yang kerap menjadi momok saat musim hujan.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Seorang anak digendong di lokasi banjir di Kebon Pala, RW 04 dan RW 05, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (8/11/2021). Banjir menerpa pemukiman warga akibat luapa Kali Ciliwung pasca-hujan deras. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal mengklaim berhasil mengatasi masalah banjir yang kerap menjadi momok saat musim hujan tiba.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, hal ini tidak terlepas dari efektifnya program gerebek lumpur dan pompa yang berfungsi dengan baik.

"Istilah pak gubernur itu siaga, siaga itu semua infrastruktur yang ada kami optimalkan. Kami pastikan semua kapasitas sungai dan waduk itu optimal," ucapnya di gedung DPRD DKI, Selasa (1/3/2022).

Beberapa daerah yang selama ini jadi langganan banjir, seperti Gunung Sahari di Jakarta Pusat pun disebutnya kini bebas genangan.

Walau demikian, ia mengakui, ibu kota tak begitu saja terbebas dari banjir.

Baca juga: Jelang Lengser, Anies Baswedan Jalankan Lagi Program Ahok Demi Antisipasi Banjir

Genangan pun sempat muncul di beberapa lokasi pada Januari llau imbas tingginya curah hujan.

Namun, Yusmada mengklaim, genangan itu bisa surut kurang dari 6 jam sesuai dengan instruksi Gubernur Anies Baswedan.

"Jadi sudah banyak dirasakan masyarakat berkurang itu genangan. Bukan tidak ada ya, tapi berkurang dan genangan bisa cepat surut," ujarnya.

"Salah satu faktor cepat surut itu karena kami membangun sumur resapan. Satu sia mempercepat surut, kedua dia mengurangi run off," tambahnya menjelaskan.

Program sumur resapan yang dinilai efektif ini belakangan justru menuai polemik.

Suasana banjir di Jalan Hasyim Asyari tepatnya dekat Jembatan ITC Roxy Mas, Selasa (18/1/2022).
Suasana banjir di Jalan Hasyim Asyari tepatnya dekat Jembatan ITC Roxy Mas, Selasa (18/1/2022). (Satrio Sarwo Trengginas / Tribun Jakarta)

Banyak pihak yang menilai program sumur resapan tidak efektif dalam mengatasi banjir dan genangan di ibu kota.

Imbasnya, anggaran sumur resapan dicoret DPRD DKI pada APBD 2022 ini.

Yusmada pun berdalih, genangan yang terjadi di awal 2022 lalu terjadi akibat tingginya curah hujan.

Ia menyebut, curah hujan yang turun saat itu melebihi daya tampung saluran air, sehingga genangan muncul.

"Yang penting itu ketika meluap, bagaimana cara mengatasinya agar dia cepat surut, itu yang paling penting," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved