Cerita Kriminal

Terkuak, Bapak di Depok yang Rudapaksa Anak Kandung Tega Mengancam Pakai Senjata Tajam

AT hanya bisa menyesali perbuatannya setelah ditangkap Tim Buser Polres Metro Depok, usai nekat menyetubuhi putri kandungnya sendiri berinisial D (11)

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno (tengah), menunjukan barang bukti yang diamankan dari pelaku. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - AT hanya bisa menyesali perbuatannya setelah ditangkap Tim Buser Polres Metro Depok, usai nekat menyetubuhi putri kandungnya sendiri berinisial D (11).

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, mengatakan, pelaku juga nekat mengancam anaknya menggunakan senjata tajam berjenis golok, agar korban menuruti napsu bejatnya.

"Pelaku melakukan persetubuhan kepada anak kandungnya sendiri, menggunakan modus mengancam dengan menggunakan senjata tajam atau golok," ungkap Yogen saat memimpin ungkap kasusnya di Polrestro Depok, Pancoran Mas, Senin (3/1/2022).

Yogen menuturkan, saat ini pihaknya tengah memberikan konseling terhadap korban, musabab yang bersangkutan mengalami trauma berat.

"Terhadap korban kami lakukan konseling dan pemulihan trauma, karena saat ini anaknya mengalami trauma psikis," tuturnya.

Baca juga: Gerak Cepat, Polisi Berhasil Amankan Bapak yang Tega Rudapaksa Anak Kandungnya di Depok

Hasil pemeriksaan sementara, Yogen mengatakan pelaku mengakui telah melancarkan aksi bejatnya sejak 2021 silam.

"Tersangka sudah mengakui perbuatannya sejak 2021 hingga ketahuan di 24 februari 2022 kemarin, dengan melakukan persetubuhan kepadda anak kandungnya sendiri," tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (31/1/2022).
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (31/1/2022). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Yogen mengatakan, korban dan pelaku menyampaikan keterangan yang berbeda terkait perbuatan bejat tersebut.

"Dari tersangka awalnya mengakui sudah empat kali melakukan, tetapi berdasarkan pengakani korban sekitar 20, nanti akan kami dalami," ungkapnya.

Terakhir, Yogen berujar pelaku dijerat Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

"Dijerat pasal 81 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak jeratan maksimal 15 tahun. Namun, karena tersangka merupakan wali, orang tua maka akan ditambahkan sepertiga dari ancaman," pungkasnya.

Baca juga: Saya Lihat Pakai Mata Kepala Sendiri, Ucap Ibu di Depok Lihat Suami Nodai Anaknya Berusia 11 Tahun

Pelaku rudapaksa ditangkap

Polisi bergerak cepat mengamankan seorang bapak berinisial AT yang tega merudapaksa putri kandungnya sendiri berinisial D (11).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved