Ternyata Begini Rumitnya Proses Produksi Kopi, Sudah Tahu?

Saat ini, kopi menjadi salah satu minuman yang banyak diminati. Mulai dari masyarakat dewasa, hingga kaum muda.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Pebby Ade Liana/TribunJakarta.com
Contoh biji kopi yang sudah melalui proses pasca panen, di Green House Koperasi Klasik Beans, Bekasi Coffee Week 2022. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Saat ini, kopi menjadi salah satu minuman yang banyak diminati mulai dari masyarakat dewasa, hingga kaum muda.

Tak heran, keberadaan kedai kopi di kota Jakarta kini semakin menjamur.

Namun, tahukah Anda bahwa secangkir kopi ternyata memiliki rangkaian produksi yang cukup panjang sebelum siap dikonsumsi oleh masyarakat?

Uya, perwakilan dari Koperasi Klasik Beans menjelaskan sejumlah tahapan penting yang perlu dilakukan dalam proses produksi biji kopi sebelum siap dipasarkan.

"Dimulai dari hari pertama persemaian, itu biji kopinya dalam posisi telungkup. Nanti setelah 2 bulan akan jadi kecambah, dan 6 bulan tumbuh 40-50 Cm dan siap tanam. Barulah dialihkan ke kebun atau hutan, mereka akan belajar berbuah di umur 1,5 tahun atau sekitar 2 tahun paling lama belajar berbuah," kata Uya, pada TribunJakarta.com di acara Bekasi Coffee Week baru-baru ini.

Baca juga: Yuk Intip Proses Produksi Kopi dari Hulu ke Hilir di Bekasi Coffee Week 2022

Uya menjelaskan, saat ini kopi jenis arabika cukup banyak diminati di Indonesia ketimbang dengan jenis kopi robusta.

Begitupun dengan para petani di Jawa Barat yang banyak menanam kopi arabika karena dinilai memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Untuk siklus panen arabika sendiri, kata Uya biasanya berkisar di bulan Maret sampai Juli dengan masa kemerahan buah kopi sekitar 15 hari.

Menurut Uya, berbeda proses pengolahan, maka berbeda pula rasa aroma yang dihasilkan meskipun dengan jenis kopi yang sama.

Di Koperasi klasik Beans, Uya menjelaskan terdapat 3 proses pasca panen yang digunakan yakni melalui wash process, honey process, dan natural process.

Contoh biji kopi yang sudah melalui proses pasca panen, di Green House Koperasi Klasik Beans, Bekasi Coffee Week 2022.
Contoh biji kopi yang sudah melalui proses pasca panen, di Green House Koperasi Klasik Beans, Bekasi Coffee Week 2022. (Pebby Ade Liana/TribunJakarta.com)

Namun setelah biji kopi dipetik, umumnya biji kopi akan melalui masa jemur sekitar 2 minggu lamanya.

"Setelah kering, dia ada masa resting itu minimal 1 bulan maksimal di 3 bulan. Setelah masa resting, di gabah kering dia kupas lagi kulitnya, itu harus resting lagi minimal 3 bulan. Setelah masa resting green beans baru bisa dimasak, digongseng," kata dia.

"Setelah di gongseng, udah jadi biji-biji hitam, itu harus di resting lahi sekitar 3 hari. Barulah rasa dan aroma kopi itu kuat," sambung dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved