Cerita Kriminal
Bejat! Ayah Kandung Rudapaksa Anak di Bawah Umur di Tangerang, Kini Korban Jalani Trauma Healing
Korban kekerasan seksual di Kantor Polsek Balaraja baru saja dikunjungi Deputi Kementerian PPPA. Korban dirudapaksa ayah kandungnya sendiri.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak dan Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Anhar, mengunjungi korban kekerasan seksual di Kantor Polsek Balaraja.
Korban merupakan seorang perempuan yang masih di bawah umur.
Kekerasan seksual berupa pemerkosaan itu dilakukan oleh ayah kandung.
Tersangka berinisial MS sudah ditangkap Polsek Balaraja beberapa hari lalu.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, kunjungan dari Deputi Kementerian PPPA merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap korban.
Baca juga: Gadis ABG Asal Cilandak Hilang, Sering Dijemput Didepan Gang Kali ini Sebulan Tidak Diantar Pulang
Juga untuk memberikan dukungan moril kepada korban.
"Kami Polresta Tangerang Polda Banten akan mendampingi penyidikan kekerasan anak ini yang dilaksanakan oleh Polsek Balaraja," kata Zain, Minggu (6/3/2022).

Dalam penyidikan kasus kekerasan seksual, biasanya minim saksi.
Sehingga keahlian dan teknik penyidik dalam merekonstruksi perkara harus bagus agar dapat memenuhi unsur-unsur perkara.
"Kami tidak hanya fokus pada proses hukum pidana, melainkan juga pada upaya pemulihan trauma korban," ujar Zain.
Sementara itu, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak dan Perempuan Kementerian PPPA Anhar mengapresiasi tindakan cepat Polsek Balaraja Polresta Tangerang dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak ini.
Baca juga: Tak Pakai Baju Dinas, Polisi Babak Belur Dipukuli Remaja Tanggung: Ada yang Usia 13 Tahun
"Pihak kepolisian fokus dalam proses tindak pidananya. Terkait masalah tinggal dan assesment terhadap korban, agar pihak DPPPA Kabupaten Tangerang yang menjadi leading sector," ucapnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tangerang Asep Jatnika menyampaikan, DPPA Kabupaten Tangerang akan menyiapkan fasilitas tempat tinggal untuk penanganan korban.
"Kami juga akan melaksanakan assesment terhadap kakak korban selaku penanggung jawab mengasuh korban," tuturnya.