Mak Peni Cuma Bisa Nangis Tak Kebagian Minyak Goreng, Antre Berjam-jam Sia-sia: Usaha Gulung Tikar

Perjuangan seorang ibu penjual gorengan bernama Peni harus berakhir sia-sia lantaran tak kebagian minyak goreng.

Editor: Wahyu Septiana
(KOMPAS.COM/FIRMANSYAH)
Kondisi warga Bengkulu untuk mendapatkan satu liter minyak goreng - Perjuangan seorang ibu penjual gorengan bernama Peni harus berakhir sia-sia lantaran tak kebagian minyak goreng. 

Operasi pasar digelar, satu unit mobil berisi banyak dus minyak goreng pun dibuka.

Harga minyak goreng di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara, meroket.
Harga minyak goreng meroket. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Warga mulai berdesakan.

Saling mendahului hingga saling dorong, saling umpat dan berujung ricuh.

"Banyak warga tidak patuh antrean, saling dorong hingga ricuh," kata Eli salah seorang warga.

Kericuhan meledak, aparat polisi memutuskan agar pasar murah dihentikan.

Mobil truk pembawa minyak goreng pun beralih ke tempat lain.

Ratusan ibu-ibu mengendarai motor mengikuti truk tersebut.

Baca juga: Operasi Pasar Minyak Goreng di Polres Jaksel, Warga Antre Sejak Pagi: Cek Jadwalnya di Sini

Konvoi ibu-ibu mengiringi truk pembawa minyak goreng sempat membuat jalanan menjadi macet.

Kelangkaan minyak goreng diketahui memang terjadi di sejumlah tempat penjualan.

Mulai dari warung tradisional hingga pusat perbelanjaan seperti minimarket dan supermarket di Bengkulu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Peni Menangis Histeris Tak Dapat Minyak Goreng meski Antre Sejak Pagi, Usaha Gorengannya Gulung Tikar

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved