Meski Langka, Masih Ada yang Jual Minyak Goreng Harga Lama di Kabupaten Tangerang
Minyak goreng mendadak jadi barang langka di Indonesia termasuk di Kabupaten Tangerang. Namun Diperindag Kabupaten Tangerang memastikan stok aman.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Minyak goreng mendadak jadi barang langka di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Tangerang.
Kendati demikian, Dinas Perindustrian dan perdagangan (Diperindag) Kabupaten Tangerang memastikan kalau stok minyak goreng di wilayahnya masih aman.
Maka dari itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Tangerang, Iskandar Nordat mengimbau supaya masyarakat jangan panik.
"Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keberadaan stok minyak goreng, jangan sampai panic buying," tegas Iskandar, Minggu (6/3/2022).
Menurutnya, kelangkaan terjadi lantaran ada retail yang menjual minyak goreng menggunakan harga lama.
Baca juga: Mak Peni Cuma Bisa Nangis Tak Kebagian Minyak Goreng, Antre Berjam-jam Sia-sia: Usaha Gulung Tikar
Sehingga merembet ke permasalahan distribusi minyak goreng di Kabupaten Tangerang.
"Memang untuk distribusi pengiriman dari retail itu lama, bisa dua hari sekali," sambung Iskandar.
"Stoknya ada tapi barangnya dengan harga lama," lanjutnya.
Pasalnya, Pemkab Tangerang telah mendistribusikan 2.400 liter minyak goreng.
Baca juga: Minyak Goreng Langka, Solusi Wakil Wali Kota Depok Ajak Warga Mulai Santap Makanan Rebusan
Ribuan liter minyak goreng tersebut diperuntukan bagi para pelaku UMKM di gerai-gerai yang ada di Kabupaten Tangerang.
Distribusi tersebut pun menggandeng Benteng Pangan Utama dan Bulog.
"Kalau dengan bulog sudah berjalan minggu kemarin kami sudah kirim 2.400 liter minyak goreng khusus, tepung terigu dan gula sebanyak 700 kilogram," jelas dia.
Ia berpesan, para retailer yang ada di Kabupaten Tangerang untuk tidak memanfaatkan isu kelangkaan yang ada.
Mengingat, pemerintah juga telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) terhadap minyak goreng untuk dipasarkan.
"Semoga dua minggu ke depan atau sebelum puasa semuanya sudah normal kembali," tutup Iskandar.