Pernah Jadi Kota Terkotor, Target Kota Tangerang Bangun Pengolahan Sampah Energi Listrik

Pemerintah Kota Tangerang siap merealisasikan penerapan PSN pada Pengolahan Sampah Energi Listrik atau PSEL. Ini target Pemkot Tangerang.

WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Ilustrasi Sampah. Pemerintah Kota Tangerang siap merealisasikan penerapan Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Pengolahan Sampah Energi Listrik atau PSEL. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang siap merealisasikan penerapan Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Pengolahan Sampah Energi Listrik atau PSEL.

Kota Tangerang menjadi satu dari 12 kota kabupaten se-Indonesia dan kota pertama di Provinsi Banten yang menjalani PSN ini.

Hal ini, ditandai secara resmi usai Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan dan pengoperasian PSEL, dengan PT Oligo Infra Swarna Nusantara yang turut dihadiri Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Tihar Sopian mengungkapkan, ini menjadi kontrak jangka panjang selama 25 tahun ke depan.

Sebagai tahap awal, DLH dan PT Oligo Infra Swarna Nusantara akan mempersiapkan berbagai perencanaan, desain hingga izin-izinnya.

Baca juga: Sejumlah Saluran Air di Setiabudi Penuh Lumpur dan Sampah Mulai Dikuras

"Sejak 2016 segala regulasi, payung hukum, kaidah hukum, teknis dan lainnya dipersiapkan. Proses tanda tangan kemarin, menjadi progress nyata, dan kita segera bergerak lagi agar segera terealisasikan," ungkap Tihar dalam keterangannya, Jumat (11/3/2022).

Nantinya, PSEL di Kota Tangerang akan berlokasi di dua tempat.

Ilustrasi truk sampah
Ilustrasi truk sampah (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Pertama di TPA Rawa Kucing dan Jatiuwung dengan kapasitas total pengolahan sampah mencapai 2.000 ton per harinya.

1.500 ton sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing setiap harinya dapat dikelola dengan baik lewat teknologi PSEL.

“TPA Rawa Kucing dengan luas 34,8 hektare dengan ketinggian sampah mencapai 17 meter dinilai sudah membutuhkan pengolahan secara teknologi," ujar Tihar.

Baca juga: Truk Sampah Adu Banteng dengan Truk Tariler di Jalan Raya Narogong: Motor Supra Fit Ikut Ringsek

"2008 lalu Kota Tangerang menjadi kota terkotor, kemudian bisa menjadi Adipura, sekarang akan membangun PSEL dan harapannya Kota Tangerang dapat menjadi kota pengolahan sampah terbaik," harapnya.

Tentu saja hal ini membutuhkan kerjasama semua pihak, baik masyarakat maupun seluruh stakeholder terkait.

Dengan itu, selama PSEL dibangun masyarakat Kota Tangerang diimbau untuk terus melakoni pengolahan sampah yang selama ini sudah berlangsung.

Salah satunya, sedekah sampah hingga gerakan bank sampah.

"Ayo terus bekerjasama dan bahu membahu untuk membangun Kota Tangerang yang lebih bersih lagi," imbaunya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved