PTM Terbatas Masih Ikuti Panduan SKB 4 Menteri, Simak Penjelasan Kemendikbud Ristek Berikut

Dia menjelaskan pemahaman dan kedisiplinan protokol kesehatan bakal menjadi kunci dari penyelenggaraan PTM terbatas yang aman dan nyaman.

Tribunnews/Jeprima
Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Cipinang Melayu 05, Jakarta Timur, Senin (3/1/2022). Pemprov DKI Jakarta mulai menerapkan PTM dengan kapasitas 100 persen di seluruh sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menegaskan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tertanggal 21 Desember 2021.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

   
Perubahan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah di Indonesia, dinilainya sebagai bukti tren positif guna mendorong kembali dilaksanakannya PTM di sekolah.

"Dinas Pendidikan dan sekolah dapat mengikuti panduan di dalam SKB 4 Menteri yang terakhir. SKB 4 Menteri yang berlaku saat ini sifatnya dinamis, menyesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Silakan dicermati kembali poin-poin yang diatur di SKB Empat Menteri," terang Suharti dalam keterangan tertulis, Jumat (11/3/2022).

Baca juga: PPKM Level 2, PTM 100 Persen di Jakarta Tunggu Keputusan Kemendikbud Ristek

Baca juga: PPKM di DKI Level 2, 25 RT Masih Berstatus Zona Merah Covid-19, Terbanyak di Jakarta Utara

  

Dia menjelaskan pemahaman dan kedisiplinan protokol kesehatan bakal menjadi kunci dari penyelenggaraan PTM terbatas yang aman dan nyaman.

  
Adapun melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 2 Tahun 2022, PTM terbatas pada wilayah PPKM level 2 dapat dilaksanakan dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas.

   

Tampak SMAN 71 di Kelurahan/Kecamatan Duren Sawit yang ditutup sementara akibat satu siswa terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron, Jakarta Timur, Selasa (11/1/2022)
Tampak SMAN 71 di Kelurahan/Kecamatan Duren Sawit yang ditutup sementara akibat satu siswa terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron, Jakarta Timur, Selasa (11/1/2022) (Istimewa)

   

   

Selanjutnya, pelaksanaan PTM Terbatas pada satuan pendidikan yang berada di daerah dengan PPKM level 1, 3, dan 4 tetap mengikuti ketentuan dalam SKB 4 Menteri.

"Selain itu, berdasarkan SE Mendikbudristek Nomor 2 Tahun 2022, kini orang tua atau wali peserta didik kembali diberikan pilihan untuk mengizinkan anaknya mengikuti PTM Terbatas atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," lanjutnya.

Sementara itu, untuk aspirasi masyarakat dibeberapa daerah agar pelaksanaan ujian sekolah dilaksanakan secara daring tetap ditampung pihaknya.

Suharti menjelaskan bila proses asesmen dapat dilakukan dengan beragam metode, tidak hanya tes tertulis, tetapi dengan beragam bentuk seperti tugas, dan lain sebagainya.

Baca juga: Normalisasi Ciliwung Terkendala Pembebasan Lahan, Taufik Gerindra: Masa Gubernur Masuk Got?

  

Ujian sekolah bertujuan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara utuh. Sehingga, asesmen hasil belajar siswa menjadi kewenangan dari masing-masing sekolah.

  

"Bisa dilakukan secara luring ataupun daring jika masih belum bisa melaksanakan PTM terbatas. Hanya para gurulah yang bisa mengetahui proses belajar muridnya, serta bisa menilai mereka secara utuh menggunakan beragam jenis atau bentuk asesmen," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved