Selain Instagramable, Berikut 3 Fakta JPO Pinisi yang Baru Diresmikan Anies: Ada 37 Nama Nakes Gugur
Selain memiliki lift yang ramah pesepeda, JPO tersebut juga dilengkapi dengan sensor beban, CCTV, serta Lampu Dekoratif dan Artistik (RGB Futuristik).
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, SEMANGGI - JPO Karet Sudirman kini sudah dibuka untuk masyarakat umum.
JPO yang dibangun dengan desain berbentuk Kapal Pinisi ini begitu menyorot perhatian publik.
Baru sehari diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tak sedikit warga yang antusias untuk mencoba melintasinya.
Dari pantauan TribunJakarta.com pada Jumat (11/3/2022), warga yang berdatangan juga terlihat mengabadikan momen dengan berfoto selfie di atas JPO Pinisi dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit di Jalan Jenderal Sudirman.
Baca juga: Sehari Diresmikan, JPO Pinisi yang Instagramable dan Ramah Pesepeda Ramai Digunakan Warga
Berikut fakta-fakta seputar JPO Karet Sudirman yang barusaja diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis, (10/3/2022) :
1. Beri Pesan Kesetaraan dan Punya Lift Sepeda Pertama di Indonesia
Dibuat dengan konsep Kapal Pinisi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa JPO ini mengusung tema kesetaraan.
Sebab, selain diperuntukan bagi pejalan kaki jembatan ini juga memiliki jalur khusus untuk memfasilitasi para pesepeda.
Oleh sebab itu, JPO Karet Sudirman juga dilengkapi dengan fasilitas yang ramah pesepeda, salah satunya adalah lift dengan kapasitas besar.

Dikutip dari Tribunnews.com Jumat (11/3/2022), Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan bahwa lift yang terdapat pada JPO Karet Sudirman memiliki kapasitas ekstra besar yang mampu melayani 30 orang dan 10 pesepeda.
Selain itu, Direktur PT Daiichi Elevator Indonesia, Thomas Anggawinata mengatakan bahwa fasilitas lift yang ada di JPO-JPS Pinisi, merupakan lift sepeda pertama di Indonesia.
"Lift yang kami pasang di JPO-JPS ini ukurannya sebesar kontainer ukuran 20 feet dan full kaca. Jadi, orang yang ada di dalam lift bisa menyaksikan panorama yang ada di sekitar,” kata Thomas dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (11/3/2022).
Menurut Thomas, produk lift Daiichi sebelumnya juga telah digunakan untuk melengkapi fasilitas JPO Sudirman GBK Barat.
Produk lift yang sama juga telah digunakan di berbagai fasilitas publik seperti Stasiun Tanah Abang, Skybridge Stasiun Bandung, Skybridge Stasiun Malang, Universitas Negeri Semarang, dan JPO Pasar Senen.
Baca juga: Normalisasi Ciliwung Terkendala Pembebasan Lahan, Taufik Gerindra: Masa Gubernur Masuk Got?
Baca juga: Lumpur di Saluran Air Kelapa Gading Capai 1 Meter, Petugas SDA Terhambat Kabel-kabel saat Menguras
2. Punya Anjungan dan Sensor Beban
Untuk diketahui, JPO/JPS ini memiliki desain unik dengan dua jalur yakni lurus dan melengkung yang menghubungkan Jalan Jenderal Sudirman arah Blok M dan Monas.
Motif zig-zag berwarna merah dengan aksen hitam di bagian bawah jembatan juga memberikan ciri khas tersendiri terhadap JPO yang disebut mirip kapal pinisi jika dilihat dari atas.

Salah satu yang menarik perhatian pengguna, ialah adanya anjungan pada bagian atas JPO. Di sini, pengguna bisa melihat pemandangan kota Jakarta dari Jalan Jenderal Sudirman.
Adapun anjungan tersebut dibuat dengan kapasitas maksimal 50 orang.
Selain memiliki lift yang ramah pesepeda, JPO tersebut juga dilengkapi dengan sensor beban, CCTV, serta Lampu Dekoratif dan Artistik (RGB Futuristik).
3. Punya Makna Mendalam, Ada Nama Nakes Yang Gugur saat Pandemi

Desain jembatan yang menyerupai kapal pinisi ini diketahui punya makna mendalam.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, kapal Pinisi merupakan alat transportasi yang bisa mengantar masyarakat mengarungi lautan menuju belahan dunia manapun.
Lewat konsep ini, diharapkan Jakarta bisa menjadi kota yang tangguh dan ulet, serta warganya akan membawa Jakarta ke kota global yang diperhitungkan dunia.
"Kami berharap, kota Jakarta ini menjadi kota yang tangguh, kota yang ulet, yang warganya akan membawa kota ini ke kota global yang diperhitungkan dunia," kata Anies.
Baca juga: Sirkuit Formula E Gunakan Material Bambu Jadi Sorotan, Wagub Ariza: Justru Itu yang Memperkuat
Selain itu, JPO Karet Sudirman ini juga sebagai bentuk penghargaan atas jasa para tenaga medis yang gugur saat menangani pasien Covid-19.

Pada salah satu sudut JPO ini, Pemprov DKI Jakarta mengabadikan sejumlah nama tenaga kesehatan yang gugur dalam membantu penanganan Covid-19 selama periode 2020-2021.
Total ada 37 nama tenaga kesehatan yang terpampang di salah satu sudut JPO.
"37 nama ini adalah tenaga medis di bawah Dinas Kesehatan DKI yang wafat selama penanganan pandemi," tuturnya.
Foto : JPO Karet Sudirman kini sudah dibuka untuk masyarakat umum.