Cerita Kriminal

Polisi Tak Kunjung Tangkap Pelaku, Jerit Korban Rudapaksa Tukang Siomay di Jaksel Sangsikan Keadilan

Pilu dirasakan keluarga korban rudapaksa seorang tukang siomay di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan.

KOMPAS/DIDIE SW
Ilustrasi Polisi Gadungan 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pilu dirasakan keluarga korban rudapaksa seorang tukang siomay di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Korban, anak usia 6 tahun mengalami trauma berat sampai takut setiap kali melihat pria asing di hadapannya.

Sementara, sudah 49 hari berlalu sejak laporan kepolisian dilayangkan terkait kasus asusila itu.

Namun aparat belum juga menangkap pelaku.

Padahal, Pihak Polres Metro Jakarta Selatan sudah sesumbar mengantungi identitas pelaku.

Baca juga: Derita Bocah Perempuan di Jagakarsa Dirudapaksa Tukang Siomay, Korban Trauma Lihat Pria Asing

Pencabulan Terkuak

Aksi bejat Seorang tukang siomay, K alias Tebet, terkuak setelah bocah perempuan, ZF (6), mengadu ke ayahnya melalui telepon pada Jumat (21/1/2022).

Ayah ZF, MBR, mengatakan anaknya lebih dulu menceritakan kejadian yang dialaminya kepada salah satu tetangga.

"Awalnya (korban) cerita ke tetangga, karena mungkin dia takut saya berantem sama si pelaku ini," kata MBR saat dihubungi, Sabtu (29/1/2022).

Kepada sang ayah, ZF mengaku mengalami kekerasan seksual akibat perbuatan keji yang dilakukan pelaku K.

Ilustrasi korban pencabulan
Ilustrasi korban pencabulan (KOMPAS/LAKSONO HARI W)

Selain itu, korban juga mengeluh sakit di kemaluannya ketika buang air kecil.

Mendengar pengakuan ZF, MBR pun membawa anaknya ke rumah sakit guna melakukan visum.

"Kemarin divisum belum ada hasilnya, tapi dokternya bilang ada lecet," ujar dia.Tak hanya membawa anaknya untuk visum, MBR juga melaporkan pelaku ke Polres Metro Jakarta Selatan.

MBR mengungkapkan, kebiadaban tukang siomay bukan sekali dua kali dilancarkan kepada anaknya.

"Tapi sering. Saya mau tanya ke rumah temannya (korban). Kata anak saya ada dua orang korbannya," kata MBR.

Baca juga: P2TP2A Jaksel Beri Pendampingan Psikologis ke Bocah Perempuan Korban Rudapaksa Tukang Siomay 

Menurut pengakuan ZF kepada ayahnya, korban disetubuhi di dalam rumah kontrakan.

"Pencabulannya di depan rumah, pas orang-orang lagi salat Magrib. Kalau disetubuhinya di dalam kontrakan saya," ujar MBR.

Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/183/I/2022/RJS tanggal 24 Januari 2022.

Trauma Berat

Setelah peristiwa memilukan itu, ZF mengalami trauma berat.

Ayah korban, MBR, menyebut putrinya kerap ketakutan setiap melihat pria dewasa yang tidak dikenalinya.

"Kalau lihat laki-laki dewasa yang tidak dikenal, dia (korban) pasti takut," ujar MBR saat dihubungi, Senin (31/1/2022) malam.

Ilustrasi kekerasan anak
Ilustrasi kekerasan anak (Kompas.com/shutterstock)

Saat itu, ZF belum mendpat pendampingan psikologis dari manapun.

"Belum ada penanganan psikologis. Kalau main masih mau, tapi kalau lihat laki-laki asing dia takut," kata dia.

Polisi Kantungi Identitas Pelaku

Pada Rabu (2/2/2022), Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit mengatakan, pihaknya masih terus mengejar pelaku rudapaksa bocah perempuan di Jagakarsa.

Diketahui, bocah perempuan berinisial ZF (6) dirudapaksa seorang pria yang berprofesi sebagai tukang siomay, K alias Tebet.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat diwawancarai terkait kasus prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jaksel, Rabu (29/12/2021).
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat diwawancarai terkait kasus prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jaksel, Rabu (29/12/2021). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Ridwan mengatakan, saat ini polisi telah mengetahui tempat persembunyian pelaku.

"Ada beberapa tempat persinggahannya dia sudah kita datangi, sudah kita masuk. Nah sekarang kita lagi kembangkan, mudah-mudahan bisa kita amankan ya," kata Ridwan saat dikonfirmasi, Rabu (2/2/2022).

Berdasarkan penyelidikan, jelas Ridwan, pelaku diduga kabur ke luar kota setelah kasus ini menjadi sorotan.

Namun, Ridwan memastikan jajarannya terus melakukan pengejaran untuk menangkap tukang siomay tersebut.

"Iya kayaknya di luar kota. Dia (pelaku) pindah-pindah tempat sih. Tapi nanti pasti kita ungkap, dapat," ujar dia.

Keluarga Korban Sangsikan Keadilan

Pengejaran pelaku oleh aparat Polres Metro Jakarta Selatan, menjadi penantian panjang keluarga korban.

Trauma akibat perbuatan tak berperikemanusiaan kepada korban begitu membekas.

Baca juga: Jerit Ibu Korban Pencabulan di Jaksel ke Polisi: Kayaknya Keadilan Indonesia Hanya yang Punya Uang

M, ibu korban, sampai menyangsikan keadilan di negeri ini lantaran pemerkosa anaknya tak kunjung ditangkap.

"Ya Allah pelaku belum ditangkap juga. Tidak tahu (sebenarnya) dicari atau tidak. Kami rakyat kecil yang tidak punya uang. Kayaknya keadilan Indonesia hanya yang punya uang," ujar M, ibu korban, Senin (14/3/2022).

Ibu korban mengaku sudah dua kali menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan.

"Saya sudah BAP 2 kali, sampai detik ini tidak ada kabar apa-apa. Tapi kalau (kasusnya) viral kami dihubungi terus-terusan," ujar dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved