Cerita Kriminal

Kak Seto akan Beri Pendampingan, Anak Korban Rudapaksa Tukang Siomay di Jagakarsa Trauma Berat

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) akan memberikan pendampingan kepada ZF (6), gadis yang menjadi korban pemerkosaan di Jagakarsa.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kak Seto ketika dijumpai awak media di SMAN 87 Jakarta, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) akan memberikan pendampingan kepada ZF (6), gadis yang menjadi korban pemerkosaan di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Diketahui, korban dicabuli dan disetubuhi oleh seorang tukang siomay berinisial K alias Tebet. Pelaku masih buron hingga saat ini.

Ketua LPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto mengaku akan turun gunung menyambangi rumah korban.

"Saya akan ke (rumah) korban dulu, untuk memastikan seberapa jauh kondisinya sekarang," kata Kak Seto saat dihubungi, Rabu (15/3/2022).

Menurut Kak Seto, penanganan untuk memulihkan kondisi psikilogis korban harus diutamakan.

Baca juga: Polisi Tak Kunjung Tangkap Pelaku, Jerit Korban Rudapaksa Tukang Siomay di Jaksel Sangsikan Keadilan

"Seperti kemarin saya lihat ada kasus di Jakarta Utara, Tangsel dan Tangerang itu kondisi sudah mulai gembira. Itu penanganan selain keluarga, ada penanganan profesional," ujar dia.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Selatan sejak Januari 2022 lalu.

Laporan kasus ini terdaftar dengan nomor LP/B/183/I/2022/RJS tanggal 24 Januari 2022.

Kata Polisi

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut.

"Orangtua korban sudah melapor ke Polres," kata Budhi saat dikonfirmasi, Minggu (30/1/2022).

Ilustrasi korban pencabulan
Ilustrasi korban pencabulan (KOMPAS/LAKSONO HARI W)

Mantan Kapolres Metro Jakarta Utara itu menambahkan, penyidik tengah menindaklanjuti laporan ayah korban.

"Saat ini sedang ditindaklanjuti oleh penyidik kami," ujar dia.

Awal Mula Terungkap

Aksi bejat K terungkap setelah korban, mengadu ke ayahnya melalui telepon pada Jumat (21/1/2022).

MBR mengatakan anaknya lebih dulu menceritakan kejadian yang dialaminya kepada salah satu tetangga.

"Awalnya (korban) cerita ke tetangga, karena mungkin dia takut saya berantem sama si pelaku ini," kata MBR.

Baca juga: Jerit Ibu Korban Pencabulan di Jaksel ke Polisi: Kayaknya Keadilan Indonesia Hanya yang Punya Uang

Kepada sang ayah, ZF mengaku mengalami kekerasan seksual akibat perbuatan keji yang dilakukan pelaku K.

Selain itu, korban juga mengeluh sakit di kemaluannya ketika buang air kecil.

Mendengar pengakuan ZF, MBR pun membawa anaknya ke rumah sakit guna melakukan visum.

"Kemarin divisum belum ada hasilnya, tapi dokternya bilang ada lecet," ujar dia.

Korban Trauma

Setelah peristiwa memilukan itu, ZF mengalami trauma berat.

Ayah korban, MBR, menyebut putrinya kerap ketakutan setiap melihat pria dewasa yang tidak dikenalinya.

"Kalau lihat laki-laki dewasa yang tidak dikenal, dia (korban) pasti takut," ujar MBR saat dihubungi, Senin (31/1/2022) malam.

"Belum ada penanganan psikologis. Kalau main masih mau, tapi kalau lihat laki-laki asing dia takut," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved