Cerita Kriminal

Bunuh Istri yang Lagi Hamil 4 Bulan, Ini Ganjaran Bagi Suami Keji

Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjatuhkan vonis 13 tahun penjara terhadap Hendrik Gie.

Kompas.com
Ilustrasi penjara 

TRIBUNJAKARTA.COM, KUPANG - Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjatuhkan vonis 13 tahun penjara terhadap Hendrik Gie.

Hendrik didakwa telah membunuh istrinya IFR alias Lesni, yang diketahui sedang hamil empat bulan.

Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa Hendrik Gie bersalah dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap istrinya IFR.

Sidang putusan dipimpin hakim ketua Sarlota Marselina Suek, Rahmat Aries, dan Ngguli Liwar Mbani Awang, dengan perkara nomor 175/Pid.B/2021/PN Kpg, Selasa (15/3/2022).

Amar putusan majelis hakim, yang diterima wartawan, Rabu (16/3/2022) dalam situs resmi Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga.

Baca juga: Ada Dosa Indra Kenz Di Balik Durhakanya Wanita Ini ke Suami dan Orang Tuanya: Jadi Tukang Bohong

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Hendrik Gie, telah sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga yang mengakibatkan matinya orang.

Sebagaimana, dakwaan satu penuntut umum.

Dengan terbuktinya terdakwa Hendrik Gie bersalah, maka dalam amar putusan hakim menjatuhkan pidana kurungan penjara selama 13 tahun dikurangi masa tahanan saat ini.

Baca juga: Istri Doni Salmanan Jadi Jaminan Penangguhan Penahanan Sang Suami, Apa Jawaban Penyidik?

“Mengurangi masa tahanan dengan masa tahanan yang telah dijalani terdakwa,” kata Hakim Sarlota Marselina Suek. Selain itu, amar putusan hakim juga menyatakan terdakwa untuk tetap ditahan jenis Rumah Tahanan Negara (Rutan), dan membayar biaya perkara kepada negara, senilai Rp 5.000.

Sebelumnya, Polsek Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengungkap kasus ibu muda berinisial IFR (22), yang ditemukan meninggal dalam posisi tergantung pada Senin (14/6/2021).

IFR awalnya diduga bunuh diri saat ditemukan di rumahnya di Jalan Soeharto, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Baca juga: Saya Larang Pesan Terakhir Suami Sebelum Istrinya Meninggal di Lokasi Antrean Minyak Goreng

Kapolsek Maulafa AKP Jerry O Puling mengatakan, setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan secara intensif.

Berdasarkan penyelidikan, terungkap bahwa IFR yang sedang hamil anak kedua dengan usia kandungan empat bulan itu ternyata dibunuh sang suami, HG (30).

"Setelah kita temukan fakta baru, tadi malam kita jemput pelaku yang tak lain adalah suaminya," ungkap Jerry kepada Kompas.com, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Ada Peran Indra Kenz di Balik Derita Ibu Hamil Ini, Minta Ampun ke Ibu dan Suami 2 Tahun Berbohong

Jerry menyebut, dalam rekonstruksi kasus yang digelar pada Jumat (2/7/2021, tersangka melakonkan puluhan adegan.

Namun, tersangka tetap membantah telah membunuh istrinya.

"Tersangka masih membantah dan itu hak tersangka. Kita punya dua alat bukti yang menguatkan peran tersangka," kata Jerry di Kupang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bunuh Istri yang Hamil 4 Bulan, Pria di Kupang Divonis 13 Tahun Penjara", 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved